BOGOR, iNewsBogor.id – Sektor perunggasan dinilai memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Selain menjadi penyedia utama protein hewani, industri ini menyerap sekitar 12,5 juta tenaga kerja dan menciptakan perputaran ekonomi hingga puluhan triliun rupiah per tahun.
Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema Arah Perunggasan 2026 yang digelar Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (PERMINDO) di Hotel Royal, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/02).
Ketua Umum PERMINDO, Kusnan, menegaskan bahwa hingga kini sektor perunggasan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persaingan global, tingginya biaya produksi, efisiensi dan produktivitas, akses pembiayaan, hingga kebijakan pemerintah terkait harga acuan dan stabilitas harga.
“PERMINDO hadir untuk menjembatani aspirasi peternak kecil dengan kebijakan pemerintah dan dinamika industri. Kami membawa data lapangan dan pengalaman nyata untuk membangun ekosistem perunggasan yang adil dan berkelanjutan,” ujar Kusnan.
Menurutnya, diskusi tersebut menjadi langkah strategis agar suara peternak rakyat tidak hanya didengar, tetapi juga menjadi bagian integral dalam perumusan kebijakan perunggasan nasional.
“PERMINDO hadir bukan untuk berseberangan, tetapi memastikan peternak rakyat hidup, berdaya, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pengukuhan asosiasi PERMINDO yang dihadiri peternak unggas mandiri dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah tamu undangan.
Sementara itu, Herry Iriawan menambahkan, PERMINDO tidak dibentuk untuk bersaing dengan asosiasi lain, melainkan untuk saling melengkapi dan menguatkan organisasi yang telah lebih dulu besar.
“Permindo siap berkolaborasi dengan seluruh stakeholder perunggasan nasional. Peternak rakyat bukan pelengkap industri, tetapi pilar utama kedaulatan pangan nasional. Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” ujarnya.
Memasuki 2026, kebijakan pemerintah di sektor perunggasan sangat dinantikan oleh peternak dan pelaku industri. Apalagi pemerintah memiliki program Makan Bergizi Gratis yang sangat berkaitan dengan produk unggas sebagai sumber protein utama.
Selain itu, penguatan ketahanan pangan nasional juga menjadi perhatian, terutama dalam penyediaan bahan baku pakan seperti soybean meal (SBM) dan gandum melalui investasi peternakan terintegrasi skala besar yang direncanakan mulai berjalan pada 2026.
PERMINDO menilai perlu adanya dialog berkelanjutan antara peternak, industri, pemerintah, dan akademisi untuk memastikan arah kebijakan perunggasan 2026 berjalan inklusif dan berpihak pada peternak rakyat.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
