BOGOR, iNewsBogor.id – Bupati Bogor Rudy Susmanto mengajak seluruh masyarakat menjadikan Malasari, Kecamatan Nanggung, sebagai simbol kebangkitan Kabupaten Bogor. Kawasan yang menjadi bagian penting sejarah berdirinya Kabupaten Bogor itu dinilai memiliki nilai historis sekaligus kekayaan alam yang harus dijaga.
"Jangan sampai titik awal Bogor berdiri justru menjadi titik paling belakang dalam perkembangan Kabupaten Bogor," ujar Rudy.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan diskusi dan napak tilas sejarah yang digelar PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) bersama tokoh masyarakat, akademisi, pegiat lingkungan, dan warga setempat.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan, PPLI menyerahkan bibit pohon endemik Nirmalasari dan berbagai jenis pohon keras untuk ditanam di kawasan hutan Malasari guna mendukung rehabilitasi lahan dan menjaga sumber mata air.
Keturunan generasi keempat Kepala Desa Malasari pertama, Usep Malasari, mengungkapkan bahwa rumah yang kini dijaganya pernah menjadi pusat pemerintahan darurat Kabupaten Bogor saat Agresi Militer Belanda II pada 1948. Rumah tersebut masih menyimpan berbagai benda bersejarah, seperti bendera pusaka dan meja kerja yang digunakan oleh Bupati Bogor pertama, Raden Ipik Gandamana.
Sementara itu, akademisi Dr. Yayan Sudrajat menilai konservasi hutan harus dibarengi pendataan mata air agar upaya pelestarian lingkungan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Laboratory Manager PPLI Muhammad Yusuf Firdaus menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama kepada generasi mendatang.
"Kita hanya meminjam warisan alam dari generasi yang akan datang. Karena itu, kita wajib menjaganya," kata Yusuf.
Ia menjelaskan, sejak 2024 PPLI secara konsisten menjalankan program penghijauan di Kabupaten Bogor sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan limbah yang bertanggung jawab. Menurutnya, keberhasilan konservasi tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari keberhasilan merawatnya hingga tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha, kawasan Malasari diharapkan tetap lestari sebagai kawasan konservasi sekaligus menjadi pengingat sejarah perjuangan dan identitas Kabupaten Bogor.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
