BOGOR, iNewsBogor.id – Pergantian pucuk pimpinan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menjadi momentum penting untuk menjaga kesinambungan distribusi energi di wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Freddy Anwar yang mendapat penugasan baru sebagai Direktur Pertamina Lubricants digantikan Sunardi, mantan EGM Regional Sumatera Bagian Utara.
Pergantian tersebut bukan sekadar rotasi jabatan. Tantangan berikutnya adalah memastikan koordinasi dengan mitra distribusi tetap solid, komunikasi dengan para pemangku kepentingan berjalan efektif, serta pelayanan energi kepada masyarakat tidak terganggu.
Pesan itu mengemuka dalam acara lepas sambut EGM PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat di Angsana, Gunung Geulis, Kabupaten Bogor, Minggu (4/10/2026).
Acara tersebut dihadiri Ketua Hiswana Migas DPD III Banten-DKI Jakarta-Jawa Barat Heddy S. Hedian, 14 ketua DPC Hiswana Migas, serta jajaran pengurus dan anggota organisasi mitra Pertamina di wilayah tersebut.
Selama memimpin Regional Jawa Bagian Barat, Freddy Anwar membangun koordinasi dengan jajaran internal perusahaan dan Hiswana Migas. Hubungan dengan para pemangku kepentingan menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam masa transisi kepemimpinan ini.
Freddy pun menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diterimanya selama bertugas. Ia menilai kerja sama dengan Hiswana Migas memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran distribusi energi, terutama ketika muncul tantangan di lapangan.
“Terima kasih atas dedikasi dan kerja samanya kepada seluruh jajaran Regional Jawa Bagian Barat dan anggota Hiswana Migas. Saya juga ucapkan selamat datang kembali kepada Pak Sunardi,” kata Freddy.
Promosi Freddy menjadi Direktur Pertamina Lubricants sekaligus menandai babak baru perjalanan kariernya di lingkungan Pertamina. Sementara itu, Regional Jawa Bagian Barat kini berada di bawah kepemimpinan Sunardi dengan pekerjaan rumah untuk meneruskan program yang telah berjalan dan mempertahankan kepercayaan para mitra.
Sunardi bukan orang baru bagi lingkungan kerja Regional Jawa Bagian Barat. Ia mengungkapkan pernah menggantikan Freddy saat mendapat penugasan di Regional Sumatera Bagian Utara. Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Sunardi untuk kembali menjalankan tugas di wilayah yang memiliki kepentingan strategis dalam penyaluran energi.
"Dua kali saya menggantikan beliau ini. Sebelum bertugas di Papua saya juga sempat bertugas di Sumatera Utara menggantikan Pak Freddy. Saya harapkan kerja sama yang baik dari jajaran Regional Jawa Bagian Barat dan tentunya rekan-rekan Hiswana Migas. Semoga saya dapat bekerja lebih baik,” ujar Sunardi.
Sunardi menekankan pentingnya membangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Dukungan jajaran internal serta mitra kerja dinilai diperlukan agar koordinasi operasional dapat berjalan efektif.
Dalam konteks pergantian kepemimpinan, kesinambungan komunikasi menjadi perhatian penting. Hubungan yang terjaga antara Pertamina Patra Niaga dan mitra distribusi diperlukan untuk merespons persoalan operasional serta mendukung pelayanan energi kepada masyarakat.
Namun, tantangan kepemimpinan Sunardi tidak cukup diukur dari kelancaran koordinasi internal. Keberhasilan juga akan dinilai dari konsistensi pelayanan dan kemampuan memastikan distribusi energi tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ketua DPC Hiswana Migas Bogor Karjito menilai Freddy Anwar sebagai pemimpin yang pekerja keras dan berorientasi pada kinerja. Menurut dia, Freddy menghadapi situasi sulit ketika memimpin Regional Jawa Bagian Barat dan harus membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Pak Freddy sosok pekerja keras dan berorientasi pada kinerja. Beliau memimpin Regional Jawa Bagian Barat ketika krisis dan berhasil berkomunikasi dengan seluruh stakeholder. Itu tidak mudah,” ujar Karjito.
Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya kemampuan membangun komunikasi ketika perusahaan menghadapi tekanan operasional. Dalam sektor distribusi energi, koordinasi antara perusahaan dan mitra di lapangan menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran layanan.
Meski demikian, Karjito tidak merinci jenis krisis yang dimaksud maupun dampaknya terhadap distribusi energi. Karena itu, penilaian terhadap kinerja Freddy tersebut menjadi perspektif Hiswana Migas yang masih perlu dilengkapi dengan data operasional untuk menggambarkan dampak konkret kepemimpinannya.
Karjito juga menyebut Sunardi memiliki pengalaman yang dapat menjadi modal untuk melanjutkan koordinasi dengan para pemangku kepentingan dan mitra kerja.
“Pak Freddy sosok hebat yang digantikan oleh Pak Sunardi yang tak kalah hebat,” katanya.
Pergantian EGM Regional Jawa Bagian Barat menempatkan Sunardi pada tanggung jawab untuk menjaga kesinambungan kerja sama yang telah dibangun pendahulunya.
Bagi Hiswana Migas, hubungan dengan manajemen Pertamina Patra Niaga tidak hanya berkaitan dengan komunikasi kelembagaan, tetapi juga mendukung kelancaran kegiatan para mitra distribusi energi.
Karjito berharap pergantian kepemimpinan tersebut tidak mengurangi kualitas komunikasi dan sinergi yang telah terjalin. Ia menilai hubungan yang solid antara Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas penting untuk mendukung ketersediaan serta kelancaran distribusi energi di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
Kini, tantangan Sunardi adalah menerjemahkan pengalaman dan komitmen kolaborasi menjadi kinerja nyata. Keberlanjutan pelayanan, respons terhadap persoalan di lapangan, serta efektivitas koordinasi dengan mitra akan menjadi aspek penting dalam menilai kepemimpinannya.
Sementara itu, penugasan baru Freddy Anwar sebagai Direktur Pertamina Lubricants menjadi babak berikutnya dalam perjalanan kariernya di lingkungan Pertamina.
Di tengah transisi tersebut, kepentingan utama yang harus tetap terjaga adalah pelayanan energi kepada masyarakat. Sebab, bagi konsumen dan mitra distribusi, keberhasilan pergantian pimpinan pada akhirnya ditentukan bukan hanya oleh serah terima jabatan, melainkan juga oleh kesinambungan kinerja dan kualitas layanan.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
