Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tanpa Tanda Tangan Dewan, Petisi Anti Korupsi Penuntasan Korupsi Upah Pungut Tetap Diserahkan ke KPK
Advertisement . Scroll to see content

Dampak Hilir Mudik Truk Tambang di Parungpanjang, Warga Tebar Masker Desak Pemerintah Atasi Ispa

Kamis, 12 September 2024 | 17:27 WIB
  • author Iwan Setiawan
Dampak Hilir Mudik Truk Tambang di Parungpanjang, Warga Tebar Masker Desak Pemerintah Atasi Ispa
Aktivis Paguyuban Parungpanjang Bersatu tampak tengah berbagi masker gratis pada ibu dan anak bersepeda motor di Jalan Raya Parungpanjang. (Foto : iNewsBogor.id/Iwan)

BOGOR, iNewsBogor.id - Paguyuban Parungpanjang Bersatu, tebar masker gratis di Jalan Raya Mohammad Toha Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor, warga mendesak pemerintah atasi infeksi saluran pernafasan akut atau ispa yang diduga dampak dari hilir mudik truk tambang.

"Kegiatan ini bukan terkait Covid 19, namun ini disebabkan oleh pulusi debu akut di Parungpanjang, dampah dari polusi debu banyak warga yang kena ispa,"ujar Firman Kordinator Aksi di lokasi.

Ia menuturkan kegiatan yang berlangsung di depan kantir kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor, sebagai bentuk protes atas rusaknya infrastruktur jalan yang dilintasi truk tambang."Kita akan mendesak pemerintah, untuk mencari solusi terkait polusi debu yang berada di jalan Mohamad Toha Kecamatan Parungpanjang.


Tampak aktivis Paguyuban Perungpanjang Bersatu tengah membagikan masker gratis pada para pengendara yang melewati Jalan Mohammad Toha Parungpanjang. (Foto : iNewsBogor.id/Iwan)

 

"Pembagian masker ini sebanyak 1500 masker yang kita bagikan pengguna jalan dan masyarakat," katanya.

Firman juga menyebut, tingginya polusi debu ini, disebabnya banyaknya truk tambang yang melintas di jalan Raya Parungpanjang. "Meski adanya peraturan jam operasional, truk tambang juga banyak yang melanggar di jam jam pembatasan yang berlaku,"kata dia.

"Mereka para pengusaha yang berada di wilyah Cigudeg dan Rumpin, tidak ada perhatian terhadap warga yang terlintas truk tambang. 100 persen, warga parungpanjang terkena dampak,"ucap Firman.

Selain itu, Firman mengaku pihaknya telah menyuarakan perjuangan ini selama 10 tahun, bertujuan mendorong kebijakan dari pemerintah terkait persoalan dampak dari hilir mudik truk tambang.


Tampak para aktivis Paguyuban Parungpanjang Bersatu memberhentikan para pengendara membagikan masker gratis demi menghindari polusi udara. (foto : iNewsBogor.id/Iwan)

 

"Hari ini adalah kelanjutan dari 10 tahun kelanjutan perjuangan dari Pagubungan Parungpanjang Bersatu, kedepan kita akan lakukan kegiatan yang sama di titik titik yang ditentukan, pungkasnya.

Editor: Furqon Munawar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut