get app
inews
Aa Text
Read Next : Ribuan Kader Tani Merdeka Long March Dukung Agenda Presiden Prabowo Bangun Kedaulatan Segala Bidang

Usung Tagline ‘Taklukkan Cianjur’ 100 Pelajar SMAIT Insantama Long March 90 KM Bogor–Cianjur

Selasa, 12 Agustus 2025 | 23:40 WIB
header img
Tampak siswa SMAIT Insantama Bogor saat long march menyusuri sungai dalam perjalanan kaki dari Bogor menuju Cianjur sejauh 90 KM. (Foto : Istimewa)

BOGOR, iNewsBogor.id – Sebanyak 100 siswa SMAIT Insantama menggelar long march sejauh sejauh ±90 kilometer dari Bogor menuju Desa Cikancana, Kabupaten Cianjur. Peserta long march dilepas Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim di Balaikota Bogor, Selasa (12/8/2025).

Kegiatan long march digekar sebagai bagian dari Kegiatan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Tingkat Dasar (LKMD) 2 angkatan XVI, bertujuan guna membentuk ketangguhan fisik, ketajaman mental, dan kepedulian sosial generasi muda.

Berbeda dari kebanyakan kegiatan kepemimpinan di sekolah, LKMD 2 menantang peserta menempuh long march atau perjalanan kaki jarak jauh dari Kota Bogor menuju Kabupaten Cianjur. Perjalanan dilakukan dengan metode pos ke pos, melewati enam pos utama dan satu pos bayangan, dengan sebagian jalur ekstrem ditempuh menggunakan kendaraan demi keselamatan.

Sekitar 90 kilometer dilalui dengan berjalan kaki, menjadi ujian ketahanan fisik sekaligus keteguhan mental, karena peserta harus melangkah ratusan ribu kali untuk mencapai garis akhir.


Pelajar SMAIT Insantama Kota Bogor peserta long march tengah menyusuri jalan sejauh 90 KM Bogor-Cianjur dalam rangka LKMD 2. (Foto : Istimewa)

 

Sebelum memulai perjalanan panjang tersebut, para peserta akan mengikuti kegiatan pemberian wejangan dan motivasi disampaikan langsung oleh Walikota Bogor, Dedie A Rachim yang diharapkan menjadi pelecut semangat sekaligus penguat motivasi bagi seluruh peserta sebelum mengawali long march menuju Cianjur.

Peserta melewati proses yang menguji daya juang, kreativitas, dan keberanian mereka untuk keluar dari zona nyaman. Sebelum melangkahkan kaki menuju Cianjur, setiap siswa diwajibkan melakukan fundraising mandiri untuk membiayai keikutsertaan mereka—sepenuhnya tanpa bantuan orang tua.

Proses ini menuntut mereka turun langsung ke masyarakat, menawarkan produk buatan sendiri, menggalang donasi kreatif, hingga memanfaatkan media sosial untuk menjangkau publik. Lebih dari sekadar mencari dana, para siswa juga dilatih untuk menjual ide dan gagasan dengan meyakinkan, membangun kepercayaan calon kontributor, dan menunjukkan bahwa kegiatan ini layak didukung.

Ketua Pelaksana LKMD 2 2025, Muhammad Hamdan Fauzi, mengungkapkan bahwa tantangan menarik dalam fundraising adalah kemampuan berkomunikasi dengan orang yang belum dikenal.

“Selain itu, kegiatan fundraising ini juga melatih kami untuk bersabar dan memahami kondisi para donatur yang kami temui,” ujarnya.


Pelajar SMAIT Insantama Bogor peserta long march tengah menyusuri jembatan kolong tol berjalan kaki sejauh 90 KM Bogor-Cianjur. (Foto : Istimewa)

 

Ia juga menambahkan bahwa belajar manajemen waktu menjadi hal yang penting, mengingat penggunaan laptop dibatasi oleh guru, sehingga mereka harus memanfaatkannya sebaik mungkin.

Sepanjang perjalanan long march, peserta melakukan observasi sosial-lingkungan dengan mewawancarai warga dan menganalisis kondisi desa menggunakan metode SWOT sederhana. Analisis ini bertujuan melatih kemampuan peserta dalam memahami potensi dan permasalahan di suatu lingkungan masyarakat serta menawarkan solusi yang tepat. Hasilnya dipresentasikan langsung kepada masyarakat Cikancana.

Tidak hanya itu, LKMD 2 juga menghadirkan aksi sosial. Dana yang berhasil dikumpulkan peserta melalui fundraising selama tiga hari sebelum kegiatan akan disalurkan untuk membantu perbaikan fasilitas desa, seperti saluran air, masjid, dan madrasah.

Menurut S.M. Pertiwiguno, S.Pi, Kepala SMAIT Insantama, kegiatan ini bukan sekadar latihan fisik, melainkan pembelajaran hidup.

“Kami ingin mereka merasakan sendiri proses menjadi pemimpin—menghadapi tantangan, bekerja sama, membantu sesama, dan bertahan hingga tujuan tercapai,” ujarnya.


Pelajar SMAIT Insantama Bogor peserta long march sejauh 90 KM saat tiba di garis finish Desa Cikancana, Kabupaten Cianjur, Selasa (12/8/2025) malam. (Foto : Istimewa)

 

Kombinasi perjalanan fisik, interaksi sosial, dan pembelajaran lapangan, LKMD 2 menjadi ajang pembentukan karakter yang jarang ditemui di sekolah formal. Momentum ini diharapkan dapat memberi pengalaman berkesan bagi peserta sekaligus manfaat nyata bagi masyarakat yang dikunjungi.

Editor : Furqon Munawar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut