Viral Anak Perempuan Gerebek Ayah Kandung Pejabat di Bogor, Diduga Nikah Siri dengan ASN
BOGOR, iNewsBogor.id – Viral sebuah kisah pilu mengenai dugaan perselingkuhan dan pernikahan siri yang melibatkan dua Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan sebuah dinas di Kabupaten Bogor kini menjadi sorotan publik. Keluarga dari istri sah, yang identitasnya dirahasiakan, akhirnya angkat bicara setelah berbulan-bulan mencari keadilan melalui jalur resmi.
Pusat dari masalah ini adalah pria pejabat yang menjabat sebagai pengawas di Bogor diduga telah menikah siri dengan rekan kerjanya sesama ASN di dinas yang sama.
Menurut pengakuan keluarga melalui anak perempuannya yang dibeberkan akun [email protected], pernikahan dengan ibunya yang sah menjadi istri telah berlangsung selama 25 tahun. Namun, dalam enam bulan terakhir, rumah tangga kedua orangtuanya tersebut bermasalah. Ibunya "digantung" tanpa adanya kejelasan—tidak diceraikan, namun juga tidak kembali rukun. Akun ini juga memvideokan si pejabat tadi saat didatangi
Keluarga mengaku telah berupaya mencari keadilan melalui jalur prosedural sejak enam bulan lalu. Laporan lisan dan tertulis telah disampaikan ke berbagai pihak terkait di instansi.
Namun, alih-alih mendapatkan sanksi atau kejelasan, yang terjadi justru sebaliknya. pejabat tadi malah mendapatkan kenaikan jabatan.
Hal ini menimbulkan kekecewaan mendalam bagi keluarga korban, yang merasa jerih payah mereka melaporkan kasus ini tidak dianggap serius oleh instansi terkait.
ironisnya, di saat istri sahnya tak mendapatkan kepastian, hubungan gelap yang diduga terjalin antara keduanya justru berjalan bebas, bahkan dikabarkan telah berlanjut ke jenjang pernikahan siri.
Puncak kekecewaan terjadi ketika anggota keluarga mendatangi kediaman pejabat itu dan menemukan fakta yang lebih menyakitkan.
Keduanya disebut baru saja kembali dari perjalanan ke Sumatera, di mana mereka menghadiri acara peringatan 100 hari meninggalnya kakek dari pihak pejabat tadi. Keduanya hadir sebagai pasangan, seolah status pernikahan siri mereka adalah hal yang sah dan diterima, dan seolah istri sah sudah tidak ada.
Keputusan untuk mempublikasikan kisah ini diakui keluarga sebagai cara terakhir untuk mencari keadilan. Mereka merasa suara mereka di jalur resmi tidak pernah didengar, dan semua jalan yang seharusnya membantu justru diam.
"Postingan ini bukan dibuat untuk mempermalukan siapa pun, bukan untuk mencari sensasi, bukan untuk membuka luka lama," tegas juru bicara keluarga. "Ini cara terakhir kami untuk mencari keadilan ketika semua jalan yang seharusnya membantu justru diam, dan ketika suara keluarga yang terluka tidak pernah dianggap ada," sebut akun @reset.feeds dikutip pada Sabtu 6 Desember 2025.
Keluarga berharap agar publikasi ini dapat mendorong instansi terkait untuk segera bertindak tegas terhadap dugaan pelanggaran etik dan hukum yang dilakukan oleh kedua ASN tersebut.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta