get app
inews
Aa Text
Read Next : Viral Anak Perempuan Gerebek Ayah Kandung Pejabat di Bogor, Diduga Nikah Siri dengan ASN

Viral Istri Penerima Beasiswa LPDP Tunjukkan Paspor Anak WNA, Publik Bereaksi

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:09 WIB
header img
Tangkapan layar video viral seorang istri penerima beasiswa LPDP yang memperlihatkan paspor anaknya berstatus warga negara asing. Unggahan tersebut memicu beragam reaksi publik dan klarifikasi dari LPDP. (Foto: iNews).

BOGOR, iNewsBogor.id — Sebuah video yang diunggah oleh seorang perempuan asal Indonesia menjadi perbincangan hangat di media sosial dan viral dalam beberapa hari terakhir. Dalam video tersebut, perempuan berinisial DS memperlihatkan paspor Inggris milik anaknya yang telah resmi menjadi warga negara asing (WNA) dan menyampaikan pernyataan yang memicu beragam respons publik.

Dalam unggahan yang diposting di akun Instagram @sasetyaningtyas, DS terlihat membuka paket yang berisi dokumen dari Home Office Inggris sekaligus paspor anaknya yang menyatakan bahwa sang anak telah resmi menjadi warga negara Inggris.

Dalam video itu, ia juga mengatakan:

I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan, kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu…
pernyataan yang membuat postingan tersebut viral.

Pernyataan tersebut kemudian memicu berbagai reaksi warganet dan publik, sebagian mengkritik, sebagian mempertanyakan konteksnya.

Beberapa pihak menilai video tersebut tidak tepat disampaikan, terutama karena penyebarnya merupakan alumni penerima beasiswa negara yang pendidikannya didanai oleh dana publik. Kritik tersebut muncul dari warganet di berbagai platform sosial dan memicu diskusi mengenai etik kebangsaan dan kewajiban moral penerima beasiswa.

Sejumlah ahli pun ikut beri komentar. Misalnya, pakar pendidikan dan perlindungan anak menyoroti bahwa keputusan kewarganegaraan anak adalah hak anak sebagai subjek hukum, dan harus dipertimbangkan secara matang serta tidak semata refleksi pilihan orang tua semata.

Menanggapi kontroversi yang berkembang, DS kemudian menghapus beberapa unggahan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik melalui akun media sosialnya. Ia menyatakan kalimat yang sempat dilontarkan tidak tepat dan telah menyinggung banyak pihak.

Ia juga mengungkapkan bahwa pernyataannya lahir dari rasa kekecewaan pribadi, namun tetap mengakui bahwa penyampaiannya kurang bijak.

Kasus ini juga menarik perhatian Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang menyayangkan polemik yang muncul dari unggahan tersebut. Dalam pernyataan resminya, LPDP menilai tindakan itu tidak mencerminkan nilai integritas yang diharapkan dari awardee beasiswa.

Selain itu, LPDP juga melakukan pendalaman internal terhadap suami DS, berinisial AP, yang juga merupakan penerima beasiswa LPDP dan diduga belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya di Indonesia setelah studi. Jika terbukti belum memenuhi kewajiban tersebut, suami DS dapat diminta mempertanggungjawabkan dana beasiswa yang diterimanya.

Kejadian ini memicu diskusi yang lebih luas tentang etika publik dan tanggung jawab sosial penerima beasiswa negara, terutama menyangkut komitmen kebangsaan dan peran serta alumni dalam kontribusi ke tanah air.

Kasus viral DS memperlihatkan dinamika kompleks antara hak pribadi dan tanggung jawab publik, serta pentingnya menyampaikan pesan yang sensitif dan mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat luas. Di satu sisi, orang tua berhak memperjuangkan masa depan terbaik bagi anaknya; di sisi lain, sebagai penerima fasilitas publik, ada harapan etika dan komitmen tertentu yang dipegang teguh oleh masyarakat dan lembaga pemberi beasiswa.

Editor : Ifan Jafar Siddik

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut