get app
inews
Aa Text
Read Next : Keji! Pria di Grobogan Tega Perkosa Nenek Lansia Berusia 90 Tahun

Indonesia Masuki Fase Penuaan Penduduk, Kemenkes: Lansia Harus Bahagia

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:20 WIB
header img
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa Indonesia kini mulai memasuki fase Aging Population atau penuaan penduduk. Foto: Dok

JAKARTA, iNewsBogor.id — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa Indonesia kini mulai memasuki fase Aging Population atau penuaan penduduk. Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, membeberkan bahwa saat ini sebanyak 16 provinsi di Indonesia telah mencatatkan proporsi penduduk lanjut usia (lansia) hingga menyentuh angka 10%.

Secara nasional, jumlah lansia bahkan sudah mencapai 12% dari total populasi dan diproyeksikan melonjak hingga 40 juta jiwa pada tahun 2030.

Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi sektor kesehatan nasional. Data pemindaian (screening) awal menunjukkan sekitar 2,8% lansia di Indonesia sudah mengalami ketergantungan tingkat sedang hingga total.

"Artinya perawatan jangka panjang bukan lagi isu masa depan, ini adalah kebutuhan nyata hari ini. Namun, kita harus mengubah cara pandang kita. Lansia bukanlah beban, mereka adalah aset berharga bangsa yang kaya akan pengalaman, kearifan, serta menjadi teladan hidup bagi generasi," ujar Dante dalam acara Puncak Hari Lanjut Usia di RS PON Jakarta, Sabtu (13/6/2026).

Merespons tantangan tersebut, Kemenkes terus mempercepat penguatan fasilitas kesehatan dasar. Salah satu langkah konkretnya adalah mentransformasi 87% Puskesmas di Indonesia menjadi Puskesmas Santun Lansia.

Di DKI Jakarta sendiri, hampir seluruh Puskesmas telah mengadopsi sistem ramah lansia yang diperkuat dengan integrasi layanan rumah sakit rujukan. Selain fasilitas fisik, edukasi menyeluruh dari aspek kesehatan mental, literasi finansial, hingga pemanfaatan teknologi juga terus digalakkan.

Di sisi lain, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, dr. Imran Pambudi, menekankan pentingnya strategi preventif (pencegahan) dan promotif bagi lansia melalui program Cek Kesehatan Gratis. Pada tahun lalu, Kemenkes berhasil melakukan skrining kesehatan terhadap 7 juta dari total 34 juta lansia di Indonesia.

Imran mengingatkan bahwa deteksi dini penyakit secara berkala sangat krusial untuk menekan beban ekonomi keluarga. Menurutnya, biaya pengobatan jauh lebih mahal ketimbang pencegahan, belum lagi beban psikologis bagi anggota keluarga yang merawat. Ia pun berpesan agar masyarakat mulai menabung kesehatan sejak dini.

"Untuk bisa menjadi lansia yang sehat, jangan memulainya di umur 60 tahun. Kita justru harus menjaga dan menerapkan pola hidup sehat itu sejak usia 40 atau 45 tahun," pungkas Imran.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut