Sunda Ngariung di Kebun Raya Bogor Semarak dengan Angklung Srikandi Bogor
BOGOR, iNewsBogor.id – Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, menghadirkan program wisata budaya bertajuk “KULTURA: Sunda Ngariung” yang digelar selama musim libur sekolah. Program ini menjadi ruang interaksi budaya Sunda yang dikemas secara edukatif dan rekreatif untuk masyarakat, khususnya generasi muda.
Direktur PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto selaku pengelola Kebun Raya Bogor, mengatakan bahwa KULTURA bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan ruang perjumpaan antara masyarakat dan warisan budaya bangsa.
“KULTURA: Sunda Ngariung bukan sekadar pertunjukan budaya. Ini adalah sebuah program ruang interaksi antara masyarakat dengan warisan budaya yang menjadi identitas bangsa,” ujar Marga usai peluncuran di Kebun Raya Bogor, Sabtu (20/6/2026).
Program yang berlangsung mulai 20 Juni hingga 12 Juli 2026 di Area Kenari II Kebun Raya Bogor ini menghadirkan berbagai kegiatan seperti seni pertunjukan, workshop interaktif, kuliner tradisional, hingga edukasi budaya Sunda.
Salah satu yang menjadi perhatian pengunjung adalah penampilan Angklung Srikandi Bogor, yang kembali hadir meramaikan rangkaian kegiatan budaya di Kebun Raya Bogor. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam memperkuat suasana budaya Sunda yang hidup di tengah kawasan wisata edukasi tersebut.
Secara normatif, kehadiran Angklung Srikandi Bogor dipandang sebagai wujud nyata peran komunitas dalam pelestarian kesenian tradisional. Konsistensi mereka dalam berbagai kegiatan budaya menunjukkan komitmen untuk menjaga, mengembangkan, dan mewariskan angklung sebagai salah satu warisan budaya dunia kepada generasi berikutnya.
Perwakilan Angklung Srikandi Bogor, Indria Prawitasari, mengatakan bahwa keterlibatan mereka dalam KULTURA menjadi bentuk kecintaan terhadap budaya Sunda sekaligus upaya menjaga eksistensi angklung di tengah perkembangan zaman.
“Kami dari Angklung Srikandi Bogor merasa bangga bisa kembali hadir kembali di Kebun Raya Bogor dalam kegiatan KULTURA ini. Ini bukan hanya sekadar pertunjukan, tetapi juga bentuk komitmen kami untuk terus melestarikan budaya Sunda, khususnya angklung, agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda,” ujar Indri.
Menurut Indri, angklung memiliki nilai kebersamaan yang kuat karena dimainkan secara kolaboratif, sehingga dapat menjadi media edukasi karakter bagi masyarakat, terutama anak-anak dan pelajar.
“Angklung mengajarkan kebersamaan, kekompakan, dan harmoni. Nilai-nilai ini penting untuk terus diperkenalkan agar budaya tidak hanya dilihat sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pembentuk karakter,” tambahnya.
Menurut Marga, konsep program ini dirancang agar budaya dapat dinikmati, dipelajari, dan diwariskan melalui pengalaman langsung yang lebih dekat dengan masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa Kebun Raya Bogor memiliki peran strategis sebagai kawasan konservasi sekaligus wisata edukasi yang mengintegrasikan unsur alam, ilmu pengetahuan, dan budaya dalam satu ekosistem pembelajaran.
Selama program berlangsung, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas budaya khas Sunda seperti kaulinan tradisional, replika rumah adat Sunda, instalasi budaya, alat transportasi tradisional, hingga pameran hasil bumi khas Pasundan.
Selain itu, KULTURA juga menghadirkan berbagai workshop kreatif yang melibatkan pelaku seni dan perajin lokal Jawa Barat, seperti pembuatan maket bambu, membatik motif khas Jawa Barat, merangkai bunga, hingga berbagai kerajinan tangan lainnya.
Setiap akhir pekan, pertunjukan seni tradisional digelar secara rutin, meliputi wayang golek, sendratari, kecapi suling, tari tradisional Sunda, serta upacara adat yang dikemas secara edukatif dan menghibur.
General Manager Event PT Mitra Natura Raya, Abi Irawan, mengatakan bahwa konsep “Sunda Ngariung” dipilih karena mencerminkan nilai kebersamaan masyarakat Sunda.
“Kami ingin menciptakan ruang di mana keluarga, anak-anak, komunitas, wisatawan, dan pecinta budaya dapat berkumpul, belajar, serta menikmati budaya dalam suasana yang hangat dan menyenangkan,” ujarnya.
Melalui KULTURA: Sunda Ngariung, Kebun Raya Bogor tidak hanya menjadi destinasi wisata alam, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya yang hidup, adaptif, dan relevan bagi generasi masa kini.
Editor : Ifan Jafar Siddik