Kronologi Brutal Pengeroyokan Anggota Polisi di Pamijahan Bogor Saat Amankan Pelaku Curanmor
BOGOR, iNewsBogor.id – Kasus pengeroyokan brutal yang menimpa Bripka Hikmah Hidayatullah, seorang anggota Polsek Cibungbulang, Polres Bogor, menyisakan luka mendalam dan sorotan tajam publik.
Pihak keluarga korban, yang diwakili oleh Aulia Rahman, mengecam keras aksi main hakim sendiri ini karena terjadi saat korban tengah memakai seragam resmi dan menjalankan tugas negara. Keluarga mendesak agar aparat kepolisian bergerak cepat dan bertindak tegas untuk mengusut tuntas serta segera menangkap para pelaku pengeroyokan brutal tersebut.
Kini, akibat luka parah yang dideritanya, Bripka Hikmah harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah sempat tidak sadarkan diri akibat insiden yang video amatirnya kini viral di media sosial.
Rentetan peristiwa mengerikan ini bermula pada Sabtu malam di Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Saat itu, ketegangan meningkat setelah warga setempat berhasil memergoki dan mengepung seorang pelaku yang diduga merupakan spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Bripka Hikmah yang berada di lokasi kejadian langsung berinisiatif mengambil tindakan profesional untuk mengamankan pelaku tersebut agar terhindar dari amukan warga dan bisa diproses secara hukum.
Namun, upaya penyelamatan itu justru berbalik menjadi petaka. Massa yang sudah terlanjur tersulut emosi tinggi menolak melepaskan pelaku curanmor dan malah berbalik mengepung Bripka Hikmah. Dalam situasi lapangan yang sangat kacau dan tidak kondusif, sang polisi justru menjadi sasaran baru amukan warga secara bertubi-tubi.
Puncak kebrutalan terjadi ketika massa yang gelap mata nekat menghantam bagian kepala belakang Bripka Hikmah menggunakan batu dan bata ringan atau hebel. Hantaman keras benda tumpul itu seketika membuat anggota Polri tersebut roboh ke tanah dan langsung kehilangan kesadaran di lokasi kejadian.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar