Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Rumah Roboh di dalam Kawasan Perumahan Elite di Bogor, Pemilik Gugat Pengembang
Advertisement . Scroll to see content

Bogor Diguyur Hujan Deras di Tengah Kemarau, BMKG: Bukan Tanda Musim Hujan Tiba

Senin, 20 Juli 2026 | 13:52 WIB
  • author Binti Mufarida
Bogor Diguyur Hujan Deras di Tengah Kemarau, BMKG: Bukan Tanda Musim Hujan Tiba
Ilustrasi, hujan deras terpantau mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, termasuk kawasan Cibinong, pada Sabtu (18/7/2026) malam. (Foto: Istimewa).

BOGOR, iNewsBogor.id - Hujan deras terpantau mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, termasuk kawasan Cibinong, pada Sabtu (18/7/2026) malam. Hujan yang turun setelah daerah tersebut dilanda kekeringan beberapa hari terakhir ini ditegaskan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bukan merupakan tanda berakhirnya musim kemarau.

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa fenomena hujan lebat di Bogor dipicu oleh adanya gangguan atmosfer regional. Saat ini, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial dilaporkan masih aktif melintasi wilayah Indonesia.

"Hujan deras di Bogor terjadi akibat gangguan atmosfer regional seperti MJO, gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial. Fenomena ini memicu pertumbuhan awan hujan meski wilayah Jawa Barat sedang berada dalam musim kemarau. Sifatnya sesaat dan tidak menandakan akhir kemarau," ujar Guswanto kepada awak media, dikutip Senin (20/7/2026).

BMKG mencatat seluruh wilayah Jawa Barat sebenarnya telah memasuki musim kemarau sejak awal Juli 2026, dengan rata-rata curah hujan di bawah 50 milimeter per dasarian (10 hari). Terlebih, fenomena El Nino yang bertahan di Samudra Pasifik dengan indeks Nino 3.4 sebesar +1,25 ikut memperkuat kecenderungan berkurangnya curah hujan nasional.

Meskipun hujan sporadis lokal berdurasi 1,5 jam di Cibinong tersebut disambut baik warga untuk mengatasi krisis air bersih, BMKG meminta masyarakat tetap waspada. Potensi hujan serupa masih bisa terjadi hingga akhir Juli, namun secara umum curah hujan tetap rendah dan risiko kekeringan masih mengintai di 13 kecamatan terdampak.

 

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut