get app
inews
Aa Text
Read Next : Peserta Upacara 17 Agustus di Tenjo Bercosplay Mak Lampir, Bikin Heboh di Lapangan

Aulia Ulfa, Anak Penjual Es asal Bondowoso Jadi Salah Satu Lulusan Terbaik IPB University

Minggu, 23 Agustus 2026 | 17:35 WIB
header img
Sosok Aulia Ulfa, anak penjual es dan aneka jajanan asal Bondowoso, menjadi salah satu lulusan terbaik IPB University. (Foto : Istimewa)

BOGOR, iNewsBogor.id - Keterbatasan ekonomi bukan penghalang bagi Aulia Ulfa untuk meraih pendidikan tinggi dan prestasi akademik. Anak penjual es dan aneka jajanan asal Bondowoso, Jawa Timur, ini berhasil menyelesaikan pendidikan di Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University dan menjadi salah satu lulusan terbaik pada momen wisuda, 19 Agustus 2026.

Aulia merupakan lulusan SMAN 1 Tenggarang, Kabupaten Bondowoso. Ia tumbuh dari keluarga sederhana yang mengandalkan penghasilan dari sebuah warung kecil milik orang tuanya. Di warung tersebut, orang tua Aulia berjualan es, mi instan, kopi, serta berbagai macam jajanan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Kondisi ekonomi yang terbatas justru menjadi pemacu bagi Aulia untuk terus mengejar pendidikan. Kesempatan melanjutkan kuliah di IPB University menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan hidupnya.

“Di antara banyak karunia yang Allah berikan, menjadi bagian dari IPB adalah salah satu takdir yang paling saya syukuri. Bagi saya, kesempatan menjadi mahasiswa merupakan pertaruhan yang menggiurkan untuk menempa diri di tengah keterbatasan yang telah menjadi teman akrab saya sejak lahir,” ujar Aulia.

Perjalanan Aulia menempuh pendidikan di Bogor semakin ringan setelah dirinya mendapatkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Beasiswa tersebut sangat membantu pembiayaan pendidikan selama menempuh studi. Selain itu, Aulia juga memanfaatkan fasilitas Asrama Pendidikan Kompetensi Umum (PKU) dan Asrama Kepemimpinan selama tiga tahun pertama kuliah.

Menurut Aulia, keberadaan asrama memberikan manfaat besar, terutama dalam menekan biaya hidup selama merantau jauh dari Bondowoso ke Bogor.

“Tinggal di asrama sangat meringankan biaya hidup saya selama merantau di Bogor,” ungkapnya.

Selama berstatus mahasiswa IPB University, Aulia tidak hanya mengejar prestasi akademik. Ia juga aktif mengikuti berbagai kegiatan penelitian, konferensi, dan program magang.Ia bahkan dipercaya menjadi asisten praktikum dan tutor. Di luar kegiatan akademik, Aulia bergabung dengan IPB Sustainable Science Research Students Association (IPB SSRS) dan LKM Birena Al-Hurriyyah.

Berbagai pengalaman tersebut membuat Aulia semakin memahami bahwa ilmu biologi tidak hanya berkutat pada teori, tetapi juga membutuhkan keberanian untuk mengamati, mempertanyakan, serta mencari jawaban atas berbagai persoalan kehidupan.

“Di IPB University, saya belajar bahwa menjadi biologist bukan hanya tentang memahami kehidupan, tetapi juga berani mempertanyakan, mengamati, dan mencari jawabannya,” katanya.

Dalam penelitian skripsinya, Aulia mengangkat konsep plasticity, yakni kemampuan organisme untuk merespons dan menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan.

Menariknya, konsep tersebut tidak hanya ia pahami sebagai bagian dari penelitian ilmiah, tetapi juga sebagai refleksi perjalanan hidupnya.

Bagi Aulia, pengalaman hidup dalam keterbatasan telah mengajarkannya pentingnya kemampuan beradaptasi dan terus berkembang meski keadaan tidak selalu sesuai dengan harapan.

“Saya belajar bahwa bertumbuh tidak selalu membutuhkan keadaan yang ideal. Sering kali kita justru paling banyak bertumbuh setelah mampu beradaptasi, mencoba kembali, dan memberi diri sendiri kesempatan untuk berkembang meskipun kondisi tidak sesuai harapan,” tuturnya.

Di balik keberhasilannya menjadi salah satu lulusan terbaik IPB University, Aulia menyadari bahwa pencapaian tersebut tidak diraih seorang diri.

Ia mengaku sangat bersyukur dipertemukan dengan dosen, kakak tingkat, serta teman-teman yang memberikan dukungan selama menjalani kehidupan akademik di IPB University.

“Dipertemukan dengan dosen, kakak tingkat, serta rekan-rekan yang baik dan tulus merupakan hal yang paling saya syukuri. Mereka membuat perjalanan ini terasa lebih hangat dan mengajarkan bahwa sejauh apa pun saya melangkah, pencapaian tidak pernah benar-benar berjalan sendirian,” ujarnya.

Perjalanan Aulia dari sebuah warung kecil di Bondowoso hingga menjadi salah satu lulusan terbaik IPB University menjadi gambaran bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Dengan kesempatan mendapatkan pendidikan, kerja keras, kemampuan beradaptasi, serta dukungan dari lingkungan sekitar, Aulia berhasil mengubah keterbatasan menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju keberhasilan.

Editor : Furqon Munawar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut