IBI Kesatuan Dorong UMKM Bogor Manfaatkan AI untuk Kejar Daya Saing
BOGOR, iNewsBogor.id — Artificial Intelligence (AI) mulai menjadi salah satu instrumen penting bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing. Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan mendorong pelaku UMKM di Bogor tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi mulai memanfaatkannya untuk inovasi produk, branding hingga memperluas pasar.
Dorongan tersebut mengemuka dalam seminar nasional bertajuk “Inovasi Produk & Branding Kreatif: Strategi UMKM Berdaya Saing Tinggi di Era Artificial Intelligence” yang digelar IBI Kesatuan dalam rangka Dies Natalis ke-77 Yayasan Kesatuan Bogor, Kamis (24/9/2026).
Ketua Dewan Pembina Yayasan Kesatuan, Prof. Bungaran Saragih, menekankan pentingnya pemanfaatan AI sebagai bagian dari kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan teknologi dan persaingan usaha.
Menurutnya, perkembangan AI perlu dilihat sebagai peluang untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, termasuk UMKM yang selama ini menghadapi keterbatasan dalam pengembangan produk dan pemasaran.
“Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence menjadi salah satu kunci untuk menghadapi perkembangan zaman dan meningkatkan daya saing,” kata Bungaran dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyoroti pentingnya mendorong UMKM agar tidak berhenti pada skala usaha mikro, tetapi mampu berkembang dan naik kelas.
Dedie mengatakan pemerintah daerah perlu hadir menciptakan ekosistem yang mendukung peningkatan kualitas UMKM, termasuk melalui pemanfaatan teknologi.
“UMKM harus terus didorong untuk naik kelas. Pemanfaatan AI bisa menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kualitas usaha, baik dari sisi produk maupun pemasaran,” ujar Dedie.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuka ruang baru bagi UMKM untuk menjangkau konsumen secara lebih luas. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam proses transformasi tersebut.
Akademisi IPB University, Prof. Dr. Ir. Haryanto, dalam seminar tersebut membahas potensi AI untuk memperkecil kesenjangan antara UMKM dan perusahaan besar.
Melalui materi “Can AI Close the Gap? Memperkecil Kesenjangan UMKM dan Usaha Besar melalui Teknologi dan Kebijakan”, ia menjelaskan bahwa AI tidak hanya berpotensi meningkatkan kinerja perusahaan yang sudah produktif.
Teknologi tersebut juga dapat menjadi instrumen catching-up bagi usaha kecil untuk meningkatkan kemampuan dan mengejar pelaku usaha yang lebih besar.
Sementara itu, Dr. Eugenia Mardanugraha dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI menekankan pentingnya inovasi agar UMKM mampu beradaptasi dengan perubahan pasar.
Adapun akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Leo Aldianto, menyoroti pentingnya membangun jaringan pelanggan. Menurutnya, UMKM tidak selalu membutuhkan anggaran besar untuk memenangkan jaringan pelanggan, tetapi harus mampu menjadi usaha yang mudah dihubungi, bermanfaat, personal, sosial dan terbuka.
Seminar juga menghadirkan Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas Dinar Dana Kharisma, S.E., Ph.D.
Ia memaparkan arah kebijakan nasional dalam pengembangan UMKM yang inovatif dan berdaya saing di era AI, termasuk posisi program PRO-KESRA Berdaya dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional.
Rektor IBI Kesatuan Prof. Dr. Bambang Pamungkas mengatakan forum tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan dunia usaha.
Seminar diikuti unsur Yayasan Kesatuan, pemerintah daerah, Kementerian PPN/Bappenas, akademisi, regulator, pelaku UMKM Kota dan Kabupaten Bogor, IWAPI, mahasiswa serta peserta dari berbagai daerah secara daring.
Melalui forum tersebut, IBI Kesatuan mendorong pemanfaatan AI agar tidak berhenti sebagai wacana teknologi, tetapi diterjemahkan menjadi strategi konkret untuk memperkuat produk, branding, pemasaran dan jaringan pelanggan UMKM.
Editor: Ifan Jafar Siddik