Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Praktisi Hukum Desak APH Periksa Menyeluruh Lapas Cibinong Usai Temuan Klaster Mewah
Advertisement . Scroll to see content

5 Bulan Disandera Perompak Somalia, Kisah Haikal Fikri Selamat Usai Pura-Pura Mati Saat Ditembak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:57 WIB
  • author Iwan Setiawan
5 Bulan Disandera Perompak Somalia, Kisah Haikal Fikri Selamat Usai Pura-Pura Mati Saat Ditembak
Haikal Fikri, ABK Indonesia asal Tenjo, Kabupaten Bogor selamat selama 5 bulan penyanderaan oleh para perompak Somalia dengan pura pura mati. (Foto : iNewsBogor.id/Iwan)

BOGOR, iNewsBogor.id– Kisah dramatis dialami Haikal Fikri, anak buah kapal (ABK) warga Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, yang selamat dari penyanderaan perompak Somalia setelah berpura-pura mati saat ditembak.

Haikal kini menjalani perawatan di rumahnya di Kampung Hanjare, Desa Tapos, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, akibat luka tembak di bagian kaki. Dia menjadi salah satu korban penyanderaan ABK kapal tanker oleh perompak Somalia yang berlangsung selama sekitar lima bulan.

"Situasinya sangat menegangkan. Saat itu terjadi upaya penyelamatan dan ada baku tembak. Saya terkena tembakan di bagian kaki. Saya berusaha menyelamatkan diri karena saat itu yang terpenting adalah bagaimana caranya tetap hidup" kata Haikal.

Peristiwa menegangkan itu terjadi saat upaya penyelamatan sandera berlangsung dan tentara Somalia terlibat baku tembak dengan kelompok perompak pada akhir September 2026.

Dalam situasi tersebut, Haikal sempat ditembak oleh para perompak. Peluru mengenai bagian mesin crane dan kaki korban. Haikal kemudian melompat ke bawah dek kapal dan berpura-pura meninggal dunia untuk menghindari serangan lanjutan.

"Waktu itu saya merasa keselamatan saya benar-benar terancam. Saya berusaha tidak bergerak dan berpura-pura sudah meninggal. Saya hanya berharap mereka tidak menyerang saya lagi. Saya tidak tahu apakah masih bisa selamat atau tidak, tetapi saat itu saya berusaha bertahan," ujarnya.

Melihat korban tergeletak, para perompak menutupi tubuh Haikal menggunakan kain sebelum meninggalkannya di lokasi. Tindakan tersebut membuat Haikal berhasil bertahan hidup di tengah situasi berbahaya.

Menjalani Pemulihan di Rumah

Setelah berhasil selamat dari insiden penyanderaan, Haikal kembali ke Indonesia dan menjalani pemulihan akibat luka yang dialaminya. Tim medis turut memeriksa kondisi korban di kediamannya.

Kepulangan Haikal menjadi perhatian keluarga dan warga sekitar. Sejumlah tetangga berdatangan untuk menjenguk sekaligus memberikan dukungan kepada korban yang masih membutuhkan perawatan.Aparatur kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Bogor juga mengunjungi kediaman Haikal untuk memberikan dukungan moril kepada korban dan keluarganya.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dia bisa kembali. Setelah sekian lama menunggu dengan rasa khawatir, akhirnya kami bisa melihat dan mendampingi dia secara langsung. Kami ingin dia fokus menjalani perawatan sampai kondisinya benar-benar membaik," ujar Andri, perwakilan keluarga korban.

Sebelumnya, empat ABK warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penyanderaan perompak Somalia telah dijemput oleh  Kementerian Luar Negeri dan dipulangkan ke Indonesia setelah sekitar lima bulan disekap.

Kisah Haikal menjadi gambaran beratnya situasi yang dihadapi para ABK selama berada dalam penyanderaan. Di tengah ancaman senjata dan baku tembak, upaya bertahan hidup menjadi perjuangan yang menentukan keselamatan mereka.

Hingga kini, Haikal masih menjalani pemulihan di rumahnya di Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, dengan dukungan keluarga dan masyarakat sekitar.

Editor: Furqon Munawar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut