Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kisruh SPPG Kertamaya, Relawan Desak Kepala Dapur Dicopot
Advertisement . Scroll to see content

Survei Adidaya Institute: 60,3 Persen Puas dengan Prabowo, Kinerja Menteri Disorot

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:00 WIB
  • author Furqon Munawar
Survei Adidaya Institute: 60,3 Persen Puas dengan Prabowo, Kinerja Menteri Disorot
Survey Adidaya Institute terkait kinerja Kabinet Merah Putih Pemerintahan Prabowo-Gibran. (Foto : Istimewa)

JAKARTA, iNewsBogor.id – Hasil survei Adidaya Institute menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 60,3 persen. Meski demikian, kinerja Kabinet Merah Putih dinilai masih perlu ditingkatkan, terutama dalam profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Direktur Eksekutif Adidaya Institute, Rahman Toha Budiarto, menyampaikan hasil survei tersebut dalam rilis nasional di kantor Adidaya Institute, Kamis (15/10/2026).

“Di tengah tekanan ekonomi dunia dan keterbatasan sumber daya global, angka kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto masih terbilang tinggi,” kata Rahman.

Menurut hasil survei tersebut, tingkat kepuasan terhadap kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tercatat sebesar 51,4 persen. Sementara itu, kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran secara keseluruhan mencapai 55,6 persen.

Rahman menilai hasil tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan persepsi publik terhadap Presiden dan Wakil Presiden. Figur Presiden, menurut dia, masih menjadi sumber utama penilaian positif masyarakat terhadap pemerintahan.

Kinerja Menteri Dinilai Belum Memuaskan

Selain mengukur kepuasan terhadap Presiden dan Wakil Presiden, survei Adidaya Institute memotret penilaian masyarakat terhadap kinerja Kabinet Merah Putih.

Sebanyak 46,5 persen responden menilai kabinet telah bekerja secara profesional. Menurut Rahman, angka tersebut menjadi catatan bagi para menteri untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan di kementerian masing-masing.

“Mereka harus bekerja lebih keras lagi,” ujar Rahman.

Meski mendapat sorotan, sejumlah menteri memperoleh penilaian positif dari responden. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menempati posisi teratas dengan 13,5 persen, disusul Menteri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebesar 11,6 persen dan Menteri Agama Nasaruddin Umar sebesar 10,8 persen.

Rahman mengatakan, tingginya kepuasan terhadap Presiden masih memberikan ruang bagi pemerintah untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan masyarakat. Namun, evaluasi pelaksanaan program prioritas dan peningkatan kualitas layanan tetap diperlukan.

Program MBG Paling Dikenal Masyarakat

Dalam survei yang sama, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo yang paling dikenal masyarakat.

Adidaya Institute mencatat tingkat pengenalan publik terhadap MBG mencapai 93,4 persen. Sementara itu, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dikenal oleh 81,3 persen responden.

Direktur Politik dan Demokrasi Adidaya Institute, Ahmad Fadhli, mengatakan kedua program tersebut menjadi bagian penting dari persepsi publik terhadap program prioritas pemerintah.

Survei itu juga mencatat 69,9 persen responden menyatakan setuju terhadap program MBG. Sebanyak 58,2 persen menilai program tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, 63 persen responden mengaku merasakan dampak langsung MBG bagi keluarga, sedangkan 63,4 persen menilai program tersebut berdampak terhadap perbaikan gizi.

Adapun 66,5 persen responden menilai program unggulan pemerintah telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Fadhli, penilaian positif terhadap MBG juga terlihat pada kelompok masyarakat berpendapatan Rp2 juta hingga Rp4 juta per bulan.

“Dampak program unggulan Presiden Prabowo dirasakan bervariasi oleh para penerima manfaat. Tapi khusus MBG, kalangan yang berpendapatan rendah memberi penilaian positif atas dampak program ini,” kata Fadhli.

Tata Kelola Menjadi Persoalan Utama

Di balik penilaian positif terhadap sejumlah program, survei Adidaya Institute juga menemukan persoalan dalam pelaksanaannya.

Sebanyak 28,2 persen responden menilai tata kelola menjadi masalah utama dalam program unggulan pemerintah. Persoalan berikutnya adalah sosialisasi sebesar 19,8 persen dan anggaran sebesar 18,3 persen. Sementara itu, 9,8 persen responden menyebut korupsi sebagai salah satu masalah utama.

Fadhli menilai temuan tersebut menjadi alasan bagi pemerintah untuk memperkuat pengawasan dan transparansi dalam pelaksanaan program prioritas, termasuk MBG.

Ia juga menyebut 52,9 persen responden meyakini Badan Gizi Nasional (BGN) mampu mengelola program MBG dengan baik.

Dalam hasil survei tersebut, tingkat kepercayaan terhadap Kepala BGN Sudaryono tercatat 76,1 persen, sedangkan tingkat kepuasan terhadap kinerjanya mencapai 68,8 persen.

Adidaya Institute merekomendasikan pemeriksaan berkala terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), transparansi anggaran, penyediaan saluran pengaduan khusus atau crisis center MBG, serta pelibatan peternak, nelayan, dan UMKM lokal.

Fadhli juga mendorong pembukaan dasbor anggaran MBG di setiap SPPG dan publikasi hasil audit secara berkala.

Metode Survei Adidaya Institute

Adidaya Institute menyatakan survei tersebut dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 15–21 September 2026 di 38 provinsi. Penelitian melibatkan 1.240 responden dengan metode probability sampling.

Lembaga tersebut mencantumkan margin of error sebesar 2,78 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei ini merupakan gambaran penilaian responden dalam periode penelitian. Angka kepuasan dan tingkat kepercayaan yang disampaikan merupakan temuan Adidaya Institute dan tidak dengan sendirinya membuktikan efektivitas seluruh program pemerintah.

Adidaya Institute menilai pemerintah masih memiliki peluang untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat. Namun, perbaikan tata kelola, transparansi anggaran, dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi pekerjaan penting agar manfaat program prioritas dapat dirasakan secara lebih luas.

Editor: Furqon Munawar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut