Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : KPPG Bogor Ciptakan Hampir 100 Ribu Lapangan Kerja, Dorong Ekonomi Desa
Advertisement . Scroll to see content

SPPG Dramaga 4 Disetop Usai Dugaan Keracunan MBG, BGN Soroti Bumbu Kacang dari Pihak Ketiga

Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:57 WIB
  • author Furqon Munawar
SPPG Dramaga 4 Disetop Usai Dugaan Keracunan MBG, BGN Soroti Bumbu Kacang dari Pihak Ketiga
Kapolsek Dramaga, Iptu Agripinus Motani Zalukhu bersama keluarga korban keracunan MBG saat menjenguk di rumah sakit. (Foto : Istimewa)

BOGOR, iNewsBogor.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dramaga 4, Kabupaten Bogor, menyusul dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keputusan penghentian operasional tersebut diambil setelah investigasi awal menyoroti dugaan penggunaan bumbu kacang yang telah diolah oleh pihak ketiga sebelum digunakan SPPG Dramaga 4.

Temuan awal itu menjadi perhatian karena setiap penyedia layanan MBG diwajibkan memenuhi standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan keamanan pangan.

Dalam siaran pers Korwil Kabupaten Bogor dan KPPG Bogor, BGN menegaskan komitmennya untuk memberikan sanksi kepada SPPG yang terbukti menjalankan operasional tidak sesuai prosedur.

“Badan Gizi Nasional berkomitmen untuk memberikan sanksi tegas kepada SPPG yang terbukti menjalankan operasional tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP),” demikian pernyataan dalam siaran pers tersebut. Operasional SPPG Dramaga 4 dihentikan mulai hari pengumuman hingga waktu yang belum ditentukan.

Meski demikian, penggunaan bumbu kacang dari pihak ketiga masih merupakan dugaan awal. Kepastian penyebab gangguan kesehatan para siswa harus menunggu hasil pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut.

Dalam perkembangan penanganan korban, sebanyak 40 siswa dilaporkan sempat menjalani observasi di tiga fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Cangkurawok, RS Medika Dramaga, dan RS Karya Bhakti Pratiwi.

Hingga pukul 23.42 WIB pada saat siaran pers disusun, sebanyak 13 siswa masih menjalani penanganan medis.KPPG Bogor mengklarifikasi informasi yang menyebut lebih dari 400 siswa dirawat di rumah sakit. Berdasarkan data yang disampaikan dalam siaran pers, jumlah siswa yang menjalani observasi adalah 40 orang.

“Kami menyampaikan klarifikasi ini bukan untuk mengecilkan dampak kejadian, melainkan untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang tepat dan sesuai dengan data yang sebenarnya,” demikian pernyataan KPPG Bogor.


Ketua KPPG Bogor, Haidir, S.Si, M.Si. (kiri kemeja batik). (Foto : Istimewa)

 

Data tersebut masih perlu diperbarui untuk memastikan perkembangan kondisi seluruh siswa setelah waktu pelaporan tersebut.

KPPG Bogor bersama Tim Asistensi dan Koordinator Wilayah Kabupaten Bogor terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pihak sekolah, fasilitas pelayanan kesehatan, serta instansi terkait.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan siswa terdampak mendapatkan penanganan sekaligus mendukung proses penelusuran penyebab kejadian.

BGN juga melakukan evaluasi terhadap sejumlah tahapan penyediaan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi kepada penerima manfaat.

Dalam siaran persnya, BGN menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan prioritas utama program MBG. Setiap SPPG diwajibkan menjalankan prosedur operasional dan standar keamanan pangan secara konsisten hingga makanan diterima siswa.

Untuk memastikan penyebab dugaan keracunan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor perlu memberikan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan siswa, gejala yang dialami, serta perkembangan pemeriksaan sampel makanan apabila dilakukan.

Editor: Furqon Munawar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut