BOGOR, iNewsBogor.id – Sebanyak 80 jemaah umroh diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Reksa Dana Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund) pada Selasa (29/7/2025). Program ini menjadi bukti nyata dari investasi yang tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial, tetapi juga memberikan dampak sosial dan spiritual yang luas bagi masyarakat.
"Kami kembali diberi kesempatan untuk memberangkatkan jemaah umrah melalui program sosial yang terintegrasi dengan I-Hajj Syariah Fund," ujar Camar Remoa, Direktur PT Insight Investments Management (PT IIM), dalam keterangannya.
Sejak diluncurkan pada 2005, I-Hajj Syariah Fund telah memberangkatkan lebih dari 1.000 jemaah, termasuk mereka yang berasal dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta masyarakat prasejahtera yang memiliki kontribusi sosial di lingkungan mereka.
Program ini secara khusus menyasar masyarakat yang dianggap rentan, seperti guru honorer, pendamping desa, dan relawan di daerah terpencil. Salah satu contoh penerima manfaat adalah Salmin Danopa, seorang pendamping desa dari Loloda Kepulauan, Halmahera Utara, serta Martabatul Ngaliyah, seorang guru honorer dari Muna Barat, Sulawesi Tenggara. Keduanya berkesempatan menunaikan ibadah umroh berkat dukungan dari I-Hajj Syariah Fund.
Camar Remoa juga menyoroti kinerja investasi I-Hajj Syariah Fund yang terus menunjukkan hasil yang positif. Sejak peluncuran, produk ini telah mencatatkan return kumulatif lebih dari 420%, jauh melebihi benchmark yang hanya sekitar 151%. Kinerja ini mencerminkan pengelolaan yang hati-hati dengan pendekatan jangka panjang.
"Tren pertumbuhan nilai investasi yang stabil menunjukkan bahwa produk ini dikelola dengan prinsip kehati-hatian dan pendekatan jangka panjang, sehingga program sosial ini dapat terus berlanjut setiap tahunnya," jelas Camar.
I-Hajj Syariah Fund juga memiliki peran penting dalam mendorong inklusi keuangan syariah, terutama di kalangan masyarakat prasejahtera. Program ini memfasilitasi masyarakat dengan akses investasi halal yang mudah diakses, sekaligus memberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah umroh bagi mereka yang berkontribusi dalam kegiatan sosial.
Di tengah perlambatan ekonomi nasional, dengan pertumbuhan PDB yang melambat menjadi 4,87% pada kuartal I 2025, serta penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia menjadi 5,25%, I-Hajj Syariah Fund dianggap sebagai pilihan investasi yang aman, stabil, dan berdampak.
"Dengan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, masyarakat memerlukan instrumen investasi yang aman, stabil, dan berdampak. I-Hajj Syariah Fund hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut," tambah Camar.
Dengan keberhasilan program ini, I-Hajj Syariah Fund menunjukkan bahwa investasi tidak hanya sekadar untuk meraih keuntungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat sosial yang luas, memberikan akses ibadah, dan turut memberdayakan masyarakat yang membutuhkan.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
