Corporate Communication Manager MahaDasha Group, Rani Hartanti, menjelaskan tahun kedua difokuskan pada edukasi PHBS di sekolah, coaching UMKM, edukasi ibu hamil, revitalisasi posyandu, hingga pembuatan Budikdamber. “Kami menitikberatkan transformasi sanitasi, kesehatan, ekonomi keluarga, dan pengembangan kapasitas demi mendorong kemandirian warga,” katanya.
Rani menyebutkan, tahun 2025 menjadi fase penting sebelum program memasuki tahap akhir. Target tahun kedua antara lain peningkatan ekonomi 30 keluarga, perbaikan status gizi 30 ibu hamil dan balita, serta pembangunan 40 jamban sehat.
Desa Ciburayut, dengan 3.691 kepala keluarga, dipilih karena masih menghadapi persoalan mendasar: hanya 30 persen keluarga memiliki jamban, risiko kekeringan tinggi, kasus stunting masih ditemukan, dan ratusan anak putus sekolah. Kondisi ini mencerminkan tantangan kemiskinan nasional, di mana 25,22 juta penduduk Indonesia masih tergolong miskin per Maret 2024.
“Kesehatan adalah modal kesejahteraan. Karena itu penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, dan penguatan Posyandu menjadi prioritas utama,” kata Rani.
Kepala Desa Ciburayut, Dulloh, mengapresiasi komitmen perusahaan. “Program Desa Berdaya memberi dampak nyata. Sanitasi membaik, Posyandu lebih kuat, dan ekonomi warga mulai bergerak. Kami berterima kasih kepada MahaDasha Group dan TMT,” ujarnya.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
