Ia menjelaskan, gerakan ini disusun untuk menjawab berbagai tantangan yang kerap dihadapi kaum dhuafa menjelang Ramadan, mulai dari keterbatasan pangan, akses alat ibadah, hingga kondisi musholla dan lingkungan ibadah yang kurang layak. “Pendekatan ini kami harapkan dapat menjaga martabat mustahik sekaligus mendukung keberlanjutan ibadah selama Ramadan,” tambahnya.
Selama Ramadan 1447 H, implementasi Booking Berkah Ramadan akan menjangkau 17 kantor perwakilan IZI, wilayah khusus pasca bencana di Sumatra Barrat, Aceh dan Sumatra Utara, serta berbagai titik di wilayah 3T di Indonesia. Bantuan disalurkan melalui lima pilar utama, yakni Benah Musholla, Paket Ramadan, Ifthor dan Takjil, Sebar Al-Qur’an, serta Penyediaan Alat Ibadah.
Sementara itu, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur menegaskan bahwa persoalan kemiskinan di Indonesia semakin kompleks, terutama pascabencana.
“Ramadan menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat yang memiliki kecukupan rezeki agar mengambil peran nyata dalam membantu sesama melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah,” ujarnya.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI mengapresiasi konsep Booking Berkah Ramadan yang dinilai mampu mendorong kepedulian publik secara lebih konkret.
“Istilah ‘booking’ ini menarik, karena mengajak donatur untuk secara sadar menentukan siapa yang akan ditopang kebutuhannya, sehingga penyaluran zakat menjadi lebih terarah dan berdampak,” katanya.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
