Keresahan warga pun tak terelakkan. Rahmansyah Herlambang (38), warga yang setiap hari melintasi jalur Pamoyanan, mengaku selalu diliputi rasa waswas, khususnya saat hujan.
“Kalau hujan, lubang-lubangnya tertutup air dan tidak kelihatan sama sekali. Ini jelas membahayakan nyawa kami sebagai pengguna jalan,” ungkap Rahmansyah.
Ia menilai penanganan jalan rusak terkesan lamban, padahal ruas tersebut merupakan jalur strategis bagi aktivitas warga. Menurutnya, faktor cuaca seharusnya tidak menjadi alasan atas keterlambatan perbaikan yang terjadi berulang kali.
Sorotan juga datang dari DPRD Kota Bogor. Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi, meminta Dinas PUPR tidak hanya bergerak cepat secara administratif, tetapi juga memastikan kualitas pekerjaan di lapangan.
“Kami minta perbaikan dilakukan dengan serius, bukan sekadar tambal sulam. Kualitas aspal harus diperhatikan agar tahan lama, apalagi Bogor sering diguyur hujan,” tegas politisi yang akrab disapa Kiwong.
Menurutnya, keselamatan masyarakat tidak boleh dikorbankan akibat pekerjaan infrastruktur yang tidak maksimal. DPRD, kata dia, akan mengawal penggunaan anggaran perbaikan jalan agar memberikan dampak jangka panjang, bukan sekadar meredam keluhan sementara.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
