PPK Hotel Sayaga Diperiksa Penyidik, Polda Jabar Didesak Bongkar Tuntas Dugaan Penyimpangan  

SM Said
PPK Hotel Sayaga Wisata diperiksa Polda Jabar, NGO KBB desak audit tuntas dugaan penyimpangan dana ratusan miliar dan ancam kawal kasus. Foto Hotel Sayaga Wisata/iNews.id

BOGOR, iNewsBogor.id – Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam NGO Kabupaten Bogor Bersatu (KBB) mendesak Polda Jawa Barat menuntaskan dugaan penyimpangan dana dalam proyek pembangunan Hotel Sayaga Wisata Bogor, yang saat ini tengah diselidiki Ditreskrimsus Polda Jabar.

Sebelumnya, pemanggilan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek dilakukan penyidik Unit III Ditreskrimsus di Markas Polda Jabar pada Rabu, 13 Maret 2026. Pemanggilan dilakukan dalam rangka pengumpulan bahan keterangan terkait laporan pengaduan masyarakat mengenai dugaan tindak pidana korupsi dalam pekerjaan konstruksi proyek pembangunan Hotel Sayaga yang dikelola PT Sayaga Wisata Bogor, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2025.

Ketua NGO KBB, Rizwan Riswanto, menekankan bahwa pemeriksaan ini harus menjadi pintu masuk untuk membongkar dugaan penyimpangan dana penyertaan modal yang menelan anggaran daerah hingga ratusan miliar rupiah, tetapi hingga kini belum memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami mendesak Polda Jabar untuk tidak sekadar melakukan formalitas pemeriksaan. Publik Bogor sudah jenuh dengan janji penegakan hukum yang berakhir tanpa kejelasan tersangka utama dalam skandal Hotel Sayaga ini,” tegas Rizwan.

NGO KBB menyoroti kontrak pembangunan senilai sekitar Rp138 miliar, yang diduga sarat penyimpangan. Rizwan menegaskan bahwa penyertaan modal daerah adalah uang rakyat, sehingga ironis jika proyek mangkrak ini terus berlanjut, sementara kesejahteraan warga terabaikan.

Dia juga meminta Polda Jabar bekerja sama dengan BPK untuk melakukan audit investigatif menyeluruh, tidak hanya pada level PPK, tetapi hingga jajaran direksi dan pihak ketiga yang terlibat.

“Kami akan terus mengawal kasus ini hingga ke akar-akarnya. Jangan sampai hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke lingkaran elit BUMD,” tambah Rizwan.

Sampai berita ini diturunkan, Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, belum memberikan tanggapan terkait pemeriksaan PPK Hotel Sayaga Wisata.

Sementara itu, mantan Direktur Utama PT Sayaga Wisata, Supriadi Jufri, menegaskan proyek hotel memang menjadi sorotan banyak pihak dan telah melalui pemeriksaan sejumlah lembaga.

“Pekerjaan Hotel Sayaga memang menjadi sorotan berbagai pihak dan sudah menjadi objek pemeriksaan juga. Insya Allah semua sudah sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Supriadi saat dikonfirmasi iNews.id, Selasa (10/3/2026).

Dia menambahkan, saat ini operasional Hotel Sayaga telah berjalan dan mulai menghasilkan pendapatan sesuai target.

“Alhamdulillah hotel sudah berjalan dan menghasilkan revenue sesuai target. Tinggal bagaimana menjaganya dengan hati-hati, terutama dari sisi efisiensi biaya,” katanya.

Supriadi menyampaikan rasa syukurnya karena hotel mulai memberi pemasukan bagi perusahaan, dan menegaskan dirinya telah mengundurkan diri dari jabatan Dirut PT Sayaga Wisata per 11 Februari 2026.

“Saya merasa lega bisa mengundurkan diri sebagai Dirut Sayaga per 11 Februari lalu,” tandasnya.

Editor : Suriya Mohamad Said

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network