JAKARTA, iNewsBogor.id - Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa kecelakaan hebat yang terjadi di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam diduga berawal dari insiden di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 85.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.50 WIB tersebut dipicu oleh sebuah taksi hijau yang mengalami temperan atau tabrakan di perlintasan, yang kemudian berdampak pada gangguan sistem persinyalan di area emplasemen Stasiun Bekasi Timur.
Gangguan teknis inilah yang dicurigai menjadi penyebab utama sehingga kecelakaan antar kereta tidak dapat terhindarkan.
Meskipun indikasi awal telah ditemukan, pihak KAI menyerahkan sepenuhnya proses investigasi mendalam kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memastikan penyebab teknis secara mendetail. Bobby menegaskan bahwa pihaknya menunggu hasil pemeriksaan resmi dari KNKT terkait kerusakan sistem perkeretaapian yang terjadi pada malam nahas tersebut.
Hingga Selasa pagi, dampak kecelakaan dilaporkan sangat serius dengan total 6 korban jiwa dan 80 orang mengalami luka-luka.
Proses evakuasi masih berlangsung dramatis karena masih ada sekitar 6 hingga 7 orang penumpang yang terjebak di dalam gerbong. Untuk mempercepat penyelamatan dan pembersihan jalur, petugas telah melakukan pemotongan pada rangkaian Kereta Anggrek dan menariknya mundur dari lokasi kejadian.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
