BEKASI, iNewsBogor.id – Update terbaru insiden kecelakaan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur menunjukkan jumlah korban terus bertambah. Hingga laporan terakhir, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.
Para korban saat ini tersebar dan mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya, dengan penanganan intensif masih terus dilakukan oleh tim medis.
Korban di RSUD Kota Bekasi
Sebagian besar korban dirujuk ke RSUD Kota Bekasi. Di rumah sakit ini tercatat:
- Korban meninggal dunia (MD): 3 orang
- Nurhayati (telah dibawa pulang keluarga ke Kemayoran)
- Nurlaila (Cikarang)
- 1 korban belum teridentifikasi
- Korban dalam observasi IGD: 37 orang, di antaranya Desvita, Shofi Salsabila, Anggita Rizca Utami, Ratri Intan Anggraeni, hingga Suryani Sofia.
Korban di Rumah Sakit Lain
Selain RSUD Kota Bekasi, korban juga dirawat di beberapa fasilitas kesehatan lainnya, antara lain:
- RS Mitra Plumbon Cibitung Medika
- 4 orang dalam observasi
- RS Primaya Bekasi Timur
- 8 orang dalam observasi, termasuk korban yang diketahui merupakan penumpang KRL dan pekerja di kawasan setempat
- RS Siloam Bekasi Timur
- 1 orang dalam penanganan
- RS Hermina Bekasi
- 2 orang dalam observasi
- RS Bella Bekasi
- 1 korban meninggal dunia (belum teridentifikasi) dan 4 orang dalam observasi
Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera mendatangi rumah sakit-rumah sakit rujukan guna memastikan kondisi kerabatnya. Proses identifikasi korban, khususnya yang belum diketahui identitasnya, masih terus dilakukan.
Selain itu, tim gabungan dari berbagai instansi juga masih melakukan penanganan di lokasi kejadian serta penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Hingga kini, proses evakuasi dan pendataan korban masih berlangsung. Otoritas terkait berjanji akan memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan di lapangan.
Insiden ini menjadi perhatian serius, mengingat tingginya mobilitas penumpang di jalur tersebut, serta pentingnya peningkatan aspek keselamatan transportasi publik di masa mendatang.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
