Unpar Ekspansi ke Bogor, Wali Kota Dedie Rachim Soroti Sertifikasi Profesi Lulusan Arsitektur

Andi Firmansyah
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim (ketiga dari kanan) dan Rektor Unpar, Prof Tri Basuki Juwono, mengabadikan momen beserta Jajaran usai meresmikan pembukaan Kampus Universitas Parahyangan di Kota Bogor. (Foto : iNewsBogor id/Andi Firmansyah)

BOGOR, iNewsBogor.id – Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) memperluas kiprahnya ke Kota Bogor dengan membuka kampus di Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah. Kehadiran perguruan tinggi asal Bandung ini membawa dua program studi, yakni Arsitektur dan Smart Green Industrial Systems, yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia di tengah perkembangan kota dan industri berbasis teknologi ramah lingkungan.

Kampus Unpar Bogor diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan tinggi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor dalam menyiapkan tenaga profesional yang dibutuhkan untuk pembangunan daerah.

Rektor Unpar, Prof. Tri Basuki Joewono, mengatakan pembukaan kampus di Bogor merupakan bagian dari komitmen universitas untuk memperluas manfaat pendidikan tinggi kepada masyarakat. Setelah lebih dari tujuh dekade berkiprah, Unpar ingin memastikan kehadirannya memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar kampus.

“Unpar umurnya 71 tahun dan akan 72 tahun sejak didirikan. Kami ingin memberikan pelayanan agar pendidikan tinggi bisa memberikan dampak nyata,” ujar Tri Basuki seusai peresmian Kampus Unpar Bogor, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Tri, pemilihan Bogor bukan semata-mata didasarkan pada peluang pengembangan institusi. Kota ini juga memiliki keterkaitan historis dengan perjalanan Unpar karena salah satu pendiri universitas tersebut merupakan Uskup Bogor. Kehadiran kembali di Bogor menjadi momentum bagi Unpar untuk mendekatkan diri dengan akar sejarahnya sekaligus membangun kontribusi baru melalui pendidikan tinggi.

"Kami ingin hadir ke akarnya, yaitu di Bogor. Kami sudah berdiskusi dengan Pak Wali Kota untuk melihat bagaimana Unpar bisa terlibat mengembangkan apa yang sudah dimiliki Kota Bogor menjadi lebih besar,” katanya.

Unpar membuka program studi Arsitektur dan Smart Green Industrial Systems melalui skema Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU). Kedua program tersebut sebelumnya telah tersedia di kampus utama Unpar di kawasan Ciumbuleuit, Bandung.

Tri menjelaskan, kedua program studi itu dipilih karena dinilai relevan dengan kebutuhan pengembangan Kota Bogor. Arsitektur berkaitan dengan perencanaan bangunan dan kawasan, sementara Smart Green Industrial Systems berfokus pada teknologi industri dengan pendekatan keberlanjutan lingkungan.

"Unpar memiliki program studi yang siap memberikan pelayanan pendidikan tinggi dalam dua bidang, yaitu arsitektur dan teknik industri. Kami melihat dua bidang ini dibutuhkan untuk mempercepat pengembangan potensi yang ada di Kota Bogor,” jelasnya.

Kehadiran dua bidang tersebut membuka peluang pengembangan pendidikan yang lebih dekat dengan kebutuhan daerah. Di bidang arsitektur, kompetensi perencanaan bangunan dan kawasan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terlibat dalam pembangunan perkotaan.

Sementara itu, pendekatan industri hijau menjadi relevan seiring meningkatnya perhatian terhadap penggunaan teknologi yang efisien dan memperhatikan dampak lingkungan. Meski demikian, kontribusi nyata kedua program studi tersebut nantinya akan bergantung pada kualitas pembelajaran, keterlibatan mahasiswa dalam proyek, serta kemitraan yang dibangun bersama pemerintah dan dunia usaha.

Setelah peresmian, Unpar mulai memperkenalkan kedua program studi kepada masyarakat dan calon mahasiswa. Kegiatan perkuliahan ditargetkan dimulai pada September 2027. Untuk angkatan pertama, Unpar memperkirakan menerima sekitar 30 hingga 40 mahasiswa pada masing-masing program studi. Penerimaan mahasiswa akan dikembangkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan penyelenggaraan pendidikan dan kebutuhan mahasiswa.

Di luar Arsitektur dan Smart Green Industrial Systems, Unpar juga membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor di bidang lain, termasuk pendidikan melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang memiliki tujuh program studi.

Ruang kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan perkuliahan, tetapi juga berkembang melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan kompetensi, dan keterlibatan perguruan tinggi dalam menjawab persoalan daerah.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyambut positif pembukaan Kampus Unpar Bogor. Menurutnya, kedua program studi tersebut memiliki relevansi dengan kebutuhan pembangunan dan tantangan perkembangan teknologi pada masa mendatang.

Dedie menilai keahlian arsitektur akan tetap dibutuhkan seiring pembangunan fasilitas, penataan kawasan, dan pengembangan infrastruktur perkotaan.

"Dua program studi ini akan dibutuhkan untuk masa depan. Arsitektur akan tetap diperlukan sampai kapan pun, termasuk di Bogor,” kata Dedie.

Namun, menurut Dedie, lulusan perguruan tinggi idealnya tidak hanya menguasai teori dan ilmu akademik. Mahasiswa juga perlu didorong untuk memiliki kompetensi profesional yang sesuai dengan ketentuan di bidang pekerjaan masing-masing.

Karena itu, ia berharap pendidikan arsitektur di Unpar Bogor dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh sertifikasi profesi sesuai persyaratan yang berlaku, khususnya dalam sektor jasa konstruksi.

“Kalau sekarang sudah ada ilmunya dan bidang studinya di sini, sekalian saja ditambah proses supaya mereka punya sertifikasi, bisa langsung bekerja, membantu, dan mempermudah proses,” pungkasnya.

Dedie juga menyoroti pentingnya pendekatan ramah lingkungan dalam pengembangan teknologi industri. Menurutnya, penguasaan teknologi yang memperhatikan aspek keberlanjutan dapat menjadi nilai tambah bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja.

Pembukaan Kampus Unpar Bogor membawa peluang bagi pengembangan pendidikan tinggi sekaligus peningkatan kompetensi sumber daya manusia di daerah. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan kehadiran kampus dapat memberikan manfaat yang terukur bagi masyarakat.

Kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor, perguruan tinggi lain, serta dunia usaha dapat menjadi salah satu jalan untuk menghubungkan pembelajaran dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Dengan target perkuliahan mulai September 2027, Unpar memiliki waktu untuk mematangkan penyelenggaraan pendidikan dan membangun kemitraan strategis.

Keberhasilan kampus baru ini pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh jumlah mahasiswa yang diterima, tetapi juga kualitas lulusan, relevansi kompetensi, serta kontribusi yang diberikan bagi pembangunan Kota Bogor.

Editor : Furqon Munawar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network