Prof Budi Setiawan Jadi Guru Besar IBI Kesatuan, Soroti Tantangan Perubahan Perilaku

Ifan Jafar Sidik
Prof. Dr. Budi Setiawan saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Pemasaran Sosial di Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan, Bogor, Rabu (21/10/2026). Foto: iNewsBogor.id

BOGOR, iNewsBogor.id – Perubahan perilaku masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi persoalan lingkungan, mulai dari sampah makanan hingga limbah plastik. Namun, membangun kesadaran saja dinilai belum cukup tanpa dukungan fasilitas, kebijakan, dan lingkungan yang memungkinkan masyarakat menerapkan kebiasaan berkelanjutan.

Persoalan tersebut menjadi fokus orasi ilmiah Prof. Dr. Budi Setiawan, S.E., M.Si., saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Pemasaran Sosial di Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan, Bogor, Rabu (21/10/2026).

Dalam sidang senat terbuka yang berlangsung di Aula Gedung A Lantai 6 IBI Kesatuan itu, Prof. Budi menyampaikan orasi berjudul “Pemasaran Sosial untuk Perubahan Perilaku Berkelanjutan: Dari Norma, Intensi, hingga Praktik Nyata”.

Ia menyoroti pentingnya pendekatan pemasaran sosial untuk mendorong perubahan perilaku yang tidak berhenti pada pengetahuan dan niat, tetapi berlanjut menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Persoalan sampah menjadi salah satu contoh pentingnya perubahan perilaku. Berdasarkan data United Nations Environment Programme (UNEP) yang dirujuk dalam materi orasi, sekitar 1,05 miliar ton makanan terbuang secara global pada 2022. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 19 persen dari total makanan yang tersedia pada tingkat konsumen.

Kehilangan dan pemborosan makanan atau food loss and waste juga disebut berkontribusi sekitar 8–10 persen terhadap emisi gas rumah kaca global.

Sementara itu, data Bank Dunia yang dicantumkan dalam materi tersebut menyebut sekitar 29 persen sampah plastik global, atau kurang lebih 93 juta ton per tahun, tidak dikelola dengan baik.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan teknologi pengolahan sampah, tetapi juga kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi, menggunakan, dan membuang barang.

Dalam konteks ini, pemasaran sosial dipandang sebagai pendekatan untuk mendorong perilaku yang memberikan manfaat bagi individu maupun masyarakat. Caranya bukan sekadar menyampaikan imbauan, melainkan memahami faktor yang memengaruhi perilaku dan menciptakan kondisi agar perubahan dapat dilakukan.

Editor : Ifan Jafar Siddik

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network