BOGOR, iNewsBogor.id– Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus memperkuat kompetensi aparatur pemadam kebakaran (Damkar) untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan perlindungan masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pembukaan Pelatihan Teknis Operator Pemadam Kebakaran Angkatan I dan II serta Pelatihan Teknis Pemadam Kebakaran Kualifikasi Pemadam I Angkatan X dan XI Tahun 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan di Balai Pelatihan Kompetensi Fungsional Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri Bidang Administrasi Kewilayahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (19/10/2026).
Pelatihan yang diikuti sekitar 110 peserta tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala BPSDM Kemendagri, Dr. Drs. Andi Ony Prihartono, M.Si. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah agar semakin terampil, sigap, dan profesional dalam menghadapi situasi darurat, khususnya kebakaran dan penyelamatan.
Dalam sambutannya, Andi Ony menegaskan bahwa petugas pemadam kebakaran memiliki peran strategis sebagai representasi kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Tugas mereka tidak hanya memadamkan api, tetapi juga menyelamatkan jiwa, melindungi harta benda, serta menjaga keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan kompetensi aparatur tidak cukup diukur dari terlaksananya pelatihan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh harus diterapkan secara nyata ketika peserta kembali menjalankan tugas di daerah masing-masing.
“Yang terpenting dari pelatihan ini adalah dampaknya bagi masyarakat. Setelah kembali bertugas, petugas harus lebih terampil menggunakan peralatan, lebih siap dalam merespons keadaan darurat, serta disiplin menjalankan prosedur keselamatan. Kompetensi yang diperoleh harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui pelayanan yang semakin cepat, tepat, aman, dan manusiawi,” ujar Andi Ony.
Untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan, BPSDM Kemendagri mendorong penguatan sejumlah kompetensi utama petugas Damkar. Kompetensi tersebut meliputi keterampilan teknis pemadaman dan penyelamatan, kemampuan mengidentifikasi risiko, koordinasi dan kerja sama tim, serta komunikasi efektif dengan masyarakat dalam situasi darurat.
Penerapan prosedur keselamatan kerja juga menjadi perhatian utama agar setiap operasi pemadaman dan penyelamatan dapat berlangsung secara profesional dan aman, baik bagi masyarakat maupun petugas.
Selain kemampuan individu, peningkatan pelayanan Damkar membutuhkan kesiapan sistem secara menyeluruh. Hal ini mencakup kesiapsiagaan personel, kelayakan sarana dan prasarana, keandalan komunikasi, serta koordinasi lintas instansi untuk memastikan penanganan keadaan darurat berjalan cepat dan efektif.
BPSDM Kemendagri juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap hasil pelatihan. Sejumlah indikator yang perlu diperhatikan antara lain keterampilan menggunakan peralatan, ketepatan mobilisasi regu, kejelasan komunikasi di lapangan, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.
Melalui pelatihan ini, BPSDM Kemendagri berharap para peserta tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mampu menghadirkan peningkatan nyata dalam pelayanan di wilayah tugas masing-masing.
Dengan aparatur pemadam kebakaran yang semakin kompeten, responsif, dan profesional, perlindungan terhadap masyarakat diharapkan semakin optimal sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
