Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Diskusi ISDS: Perempuan Jadi Pilar Penting dalam Dunia Intelijen
Advertisement . Scroll to see content

Hendropriyono Ungkap Cara Kerja Intelijen, Mulai Jadi Orang Gila hingga Duta Besar

Rabu, 17 November 2021 | 13:23 WIB
  • author Mohammad Adrianto S
Hendropriyono Ungkap Cara Kerja Intelijen, Mulai Jadi Orang Gila hingga Duta Besar
 Hendropriyono mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) mengungkap bagaimana cara kerja intelijen. (Foto: Youtube Deddy Corbuzier)

JAKARTA,iNews.id –  Hendropriyono mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) mengungkap bagaimana cara kerja intelijen.

Intelijen berperan untuk mencari informasi, mengumpulkan, kemudian menganalisa informasi. Hasil analisa itu yang akan dijadikan pedoman untuk bersikap. 

Seorang intelijen bertugas untuk memahami lawan, kawan, hingga medan yang dia lalui. 

Mantan Kepala BIN Jenderal TNI (purn) AM Hendropriyono memaparkan bahwa setidaknya terbagi 2 metode intel. 

“Yang pertama adalah metode gelap, dimana seorang intel menyamar untuk mendapatkan informasi yang dia butuhkan. Intel ini bisa menjadi apapun yang diperlukan, termasuk menjadi orang gila sekalipun,” ujar Hendropriyono dalam Podcastnya, Rabu (17/11/2021). 

"Jadi kalau ada tukang bakso bawa walkie talkie, itu masuknya ke metode gelap juga ya," sambung Deddy. 

Selain itu, ada juga metode terang dimana seorang intel mencari informasi secara terang-terangan. Hendro mengungkapkan salah satu contohnya ialah Duta Besar di sebuah negara. 

Dia menjelaskan bahwa Duta Besar itu diperlukan di tiap negara, untuk mencari informasi dari negara yang dia sambangi.

"Karena pada akhirnya dia ngamatin juga," ujar Deddy memastikan ke Hendro, yang langsung dibenarkan pernyataannya. Informasi yang dicari tidak hanya untuk keperluan militer atau perang semata. Duta Besar juga bisa mencari informasi mengenai perekonomian negara. 

"Kan tiap negara berkompetisi dengan satu sama lain. Yang penting itu national interest-nya apa, lalu wajib dilaporkan ke negara masing-masing," tutup pria yang dijuluki "Master of Intelligence" ini.

Editor: Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut