get app
inews
Aa Text
Read Next : Temuan Zat Radioaktif pada Udang Ekspor, Menteri LH Sidak PT Bahari Makmur Sejadi di Serang

Mulyadi Geram Penyegelan Objek Wisata Puncak oleh Menteri Hanif Faisol, Ribuan Pekerja Dirumahkan

Jum'at, 03 Oktober 2025 | 22:01 WIB
header img
Mulyadi, Anggota DPR RI sekaligus Dewan Pembina Partai Gerindra, saat menyampaikan kritik keras terhadap penyegelan objek wisata di Kawasan Puncak yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup. Foto: iNewsBogor.id/ Istimewa

BOGOR, iNewsBogor.id – Anggota DPR RI dari Dapil Kabupaten Bogor sekaligus Dewan Pembina Partai Gerindra, Mulyadi, meluapkan kegeramannya terhadap langkah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol Nurofiq yang menyegel dan menghentikan operasi sejumlah objek wisata di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

Menurut data Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS), sedikitnya 2.300 pekerja terpaksa dirumahkan akibat kebijakan penyegelan tersebut. Kondisi ini dinilai merugikan masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata di Puncak.

“Saya sangat geram dan marah terhadap Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. Tindakannya di Kawasan Puncak telah mengganggu iklim wisata, investasi, dan berakibat pada ribuan pegawai yang kehilangan pekerjaan karena tempat kerjanya berhenti operasi,” tegas Mulyadi kepada wartawan, Jumat (3/9/2025).

Mulyadi menilai kebijakan penyegelan itu menimbulkan efek domino yang luas. Selain menurunkan angka kunjungan wisatawan, langkah tersebut juga berdampak pada berkurangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), meningkatnya jumlah pengangguran, hingga potensi penurunan rata-rata lama sekolah dan meningkatnya angka kriminalitas.

“Efek dominonya bukan hanya pada turunnya jumlah wisatawan, tapi juga merugikan daerah karena PAD berkurang, jumlah pengangguran bertambah, bahkan berpotensi memengaruhi kualitas pendidikan dan keamanan,” jelasnya.

Mulyadi menambahkan, dirinya berencana menggelar reses di kawasan Puncak dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat yang kehidupannya sangat bergantung pada sektor pariwisata.

“Tujuan saya reses di Puncak adalah untuk belanja masalah, menampung aspirasi, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Puncak agar tidak semakin terpuruk akibat kebijakan ini,” pungkasnya.

Kawasan Puncak sejak era 1970-an dikenal sebagai destinasi wisata favorit nasional maupun mancanegara. Selain panorama alam, kawasan ini juga berkembang dengan hadirnya berbagai objek wisata, hotel, restoran, hingga tempat glamour camping (glamping).

Penutupan sejumlah objek wisata dikhawatirkan akan menggerus keberlangsungan sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi warga setempat.

Editor : Ifan Jafar Siddik

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut