Pesantren Marjinal Cahaya Zakat Ramadan 1447 H di Cilincing Perkuat Ketahanan Spiritual dan Sosial
JAKARTA, iNewsBogor.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Yayasan Insan Kudama Indonesia menggelar program Pesantren Marjinal Cahaya Zakat Ramadan 1447 H di Masjid Jami Nurul Hidayah, Sabtu (21/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari optimalisasi pendayagunaan zakat untuk memperkuat ketahanan spiritual dan sosial masyarakat rentan menjelang Ramadan.
Program yang berlangsung selama dua hari, 21–22 Februari 2026, tersebut menyasar komunitas marjinal binaan Yayasan Insan Kudama Indonesia, mulai dari keluarga prasejahtera, tunawisma, tunasusila, hingga lansia dhuafa.
Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, S.Sos., M.Hum., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa zakat tidak hanya berdimensi ekonomi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun kekuatan mental dan spiritual masyarakat.
“Pesantren Marjinal Cahaya Zakat ini menjadi wujud nyata bahwa zakat memiliki peran penting dalam membangun ketahanan spiritual dan mental saudara-saudara kita dari kelompok marjinal,” ujarnya.
Menurut Farid, pendekatan pembinaan yang humanis dan inklusif diharapkan mampu memberikan motivasi baru bagi para peserta untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan semakin dekat dengan nilai-nilai keagamaan menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Ketua Yayasan Insan Kudama Indonesia turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama BAZNAS RI. Ia menilai sinergi antar-lembaga menjadi kunci dalam memperluas manfaat program dakwah dan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua KUDAMA (Kumpulan Da’i Muda) Ustaz Ali Mahfuz, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Nurul Hidayah Ustaz Lamuraji Maswain, serta Ketua Organisasi Persaudaraan Islam (OPI) Beno Purwanto.
Adapun rangkaian kegiatan meliputi kajian keagamaan dengan pendekatan dialogis, pembiasaan ibadah, pelaksanaan qiyamullail berjamaah, hingga sesi muhasabah diri sebagai sarana refleksi dan penguatan mental spiritual. Pada akhir kegiatan, panitia juga menyalurkan santunan kepada seluruh peserta sebagai bentuk kepedulian sosial.

Melalui program ini, BAZNAS dan Yayasan Insan Kudama Indonesia berharap dapat menghadirkan Ramadan yang lebih inklusif, penuh makna, serta membawa keberkahan bagi kelompok marjinal.
Editor : Furqon Munawar