Benarkah Isu Pecah Kongsi Terjadi di Pemkot Bogor? Ini Fakta di Balik Survei 100 Hari Dedie–Jenal
BOGOR, iNewsBogor.id — Hasil survei 100 hari kinerja Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menunjukkan tingkat kepuasan publik belum mencapai mayoritas. Di tengah capaian tersebut, isu dugaan “pecah kongsi” antara keduanya sempat mencuat di ruang publik.
Survei yang dirilis Lembaga Studi Visi Nusantara dilakukan pada 1–5 Juni 2025 melalui wawancara langsung terhadap 800 responden dengan metode cluster random sampling. Margin of error tercatat sebesar 4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Berdasarkan hasil survei, tingkat kepuasan masyarakat terhadap 100 hari pemerintahan berada di angka 45,75 persen puas, sementara 54,25 persen menyatakan tidak puas.
Penilaian publik mencakup sejumlah sektor strategis, antara lain pemberantasan korupsi, pendidikan, ekonomi, pelayanan publik, pertanian, keamanan, kesehatan, infrastruktur, transportasi, komunikasi publik, tata kelola pemerintahan bersih, tata kelola lingkungan, kebudayaan, ketenagakerjaan, penegakan hukum, serta sosial.
Pada beberapa sektor, tingkat ketidakpuasan tercatat cukup dominan, termasuk pada aspek tata kelola lingkungan dan sejumlah indikator pelayanan publik.
Direktur Eksekutif Lembaga Studi Visi Nusantara, Yusfitriadi, menegaskan bahwa survei ini murni mengukur persepsi publik terhadap kinerja pemerintahan, bukan untuk membaca atau menilai hubungan internal antara wali kota dan wakil wali kota.
“Survei ini fokus pada persepsi masyarakat terhadap kinerja 100 hari pertama. Tidak ada indikator dalam instrumen kami yang mengukur soal hubungan personal atau politik antara wali kota dan wakil wali kota,” ujar Yusfitriadi kepada iNewsBogor.id.
Editor : Ifan Jafar Siddik