get app
inews
Aa Text
Read Next : Jalan Rusak Telan Korban, Warga Bogor Barat Turun ke Jalan Galang Dana dan Desak Pemkab Bertindak

Jalan Rusak Picu Kecelakaan di Bogor, Pernyataan Kepala UPT Soal Wartawan Tuai Sorotan

Kamis, 05 Maret 2026 | 13:08 WIB
header img
Kondisi jalan rusak di wilayah Bogor Barat yang diduga menjadi penyebab kecelakaan truk, memicu kritik warga serta polemik setelah pernyataan Kepala UPT Infrastruktur Jalan Wilayah VI Cigudeg menuai sorotan. Foto: iNewsBogor.id/ Iwan Setiawan

BOGOR, iNewsBogor.id – Pernyataan Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah VI Cigudeg, Bobby Wahyudi, menuai sorotan publik. Alih-alih menjawab persoalan utama terkait kondisi jalan rusak yang memicu kecelakaan, ia justru diduga menyudutkan wartawan yang memberitakan insiden tersebut.

Sorotan muncul setelah beredar percakapan WhatsApp antara Bobby dan seorang pewarta bernama Dede Surya yang disebut telah terverifikasi oleh Dewan Pers. Percakapan itu terjadi setelah Dede menyampaikan informasi mengenai kecelakaan truk yang terperosok akibat kondisi jalan rusak di wilayah Bogor Barat.

Dalam pesan tersebut, Bobby menyinggung soal prioritas penanganan jalan.

“Ini kan yang Dede inginkan, kalau saja tadi pemeliharaan dikerjakan dahulu di Cibeber–Malasari mungkin hari ini tidak akan kejadian lagi, malah Jalan Ace Tabrani yang relatif lebih landai yang didahulukan,” tulis Bobby dalam pesan yang dikirim pada Rabu (4/3/2026).

Pernyataan itu membuat Dede mempertanyakan maksud dari pesan tersebut.

“Lah kok nyalahin saya, maksudnya apa pak,” balas Dede.

Namun, respons berikutnya dari Bobby justru dinilai semakin menguatkan kesan bahwa pemberitaan media menjadi penyebab perubahan prioritas pekerjaan.

“Maksudnya ada lokasi yang lebih urgent yang harus ditangani segera tapi malah di-blow up yang di Ace Tabrani,” tulisnya lagi.

Pernyataan tersebut memicu perdebatan karena dinilai memberi kesan bahwa pemberitaan pers memengaruhi kebijakan penanganan infrastruktur. Padahal, dalam sistem demokrasi, kerja jurnalistik merupakan bagian dari kontrol sosial yang dilindungi undang-undang.

Pers memiliki fungsi menyampaikan fakta kepada publik, bukan menentukan kebijakan anggaran maupun prioritas proyek pembangunan.

Kritik juga datang dari Koordinator Forum Komunikasi Bumi Putra Bogor Barat, Supri Elel. Putra daerah Kecamatan Nanggung itu menilai persoalan utama seharusnya terletak pada kondisi konstruksi jalan yang memang membutuhkan penanganan serius.

“Dikatakan lokasi landai lebih bahaya, itu jatuh karena memang titiknya harus direkonstruksi. Walaupun kelihatannya bagus, kalau konstruksinya bermasalah tetap saja berpotensi ada korban,” tegas Elel.

Menurutnya, warga sudah berulang kali meminta agar ruas jalan tersebut direkonstruksi secara menyeluruh karena kecelakaan kerap terjadi di lokasi itu.

“Kami sudah berkali-kali meminta jalan itu direkonstruksi. Sampai kami WA langsung ke bupati soal jalan rusak dan seringnya kecelakaan di sana. Tapi nyatanya?” ujarnya.

Polemik ini menunjukkan persoalan yang lebih besar dari sekadar percakapan pribadi. Ketika jalan rusak berulang kali memicu kecelakaan, masyarakat berharap adanya solusi konkret dari pemerintah, bukan polemik yang berujung pada saling lempar tanggung jawab.

Hingga berita ini diturunkan, pihak UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah VI Cigudeg belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan penyudutan terhadap wartawan tersebut.

Editor : Ifan Jafar Siddik

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut