get app
inews
Aa Text
Read Next : Isi Tangki Penuh, Hati Ikut Penuh: SPBU Cikabon Parung Panjang Bagi-Bagi Takjil Gratis

Keluhan Menu MBG di Jasinga Bogor, Buah Diduga Busuk Dibagikan ke Anak PAUD

Jum'at, 06 Maret 2026 | 21:49 WIB
header img
Menu buah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Tegalwangi dikeluhkan setelah anak PAUD dilaporkan menerima jambu yang diduga busuk. Foto: iNewsBogor.id/ Iwan Setiawan

BOGOR, iNewsBogor.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Desa Tegalwangi menuai keluhan dari sejumlah penerima manfaat. Keluhan muncul setelah buah yang dibagikan kepada anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dilaporkan dalam kondisi tidak layak konsumsi.

Program yang dikelola melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut diketahui melayani sejumlah sekolah di sekitar Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.

Seorang narasumber yang dikonfirmasi menyebutkan sebagian anak menerima buah jambu dengan kondisi yang diduga sudah busuk.

“SPPG di Desa Tegalwangi untuk penerima anak PAUD. Tapi jambu yang diterima sebagian sudah busuk,” ujar narasumber kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, menu makanan tersebut dibagikan kepada para penerima manfaat pada Rabu (4/3/2026). Kondisi buah yang tidak layak itu disebut membuat sejumlah anak di tingkat Taman Kanak-kanak menolak makanan yang diberikan.

Penolakan dilaporkan terjadi di wilayah Sampalan Kadu, Koleang, yang berada di sekitar Desa Tegalwangi.

“Makanya anak TK di Sampalan Kadu Koleang menolak MBG-nya, semuanya dikembalikan,” ungkapnya.

Diketahui, dapur MBG tersebut dikelola oleh Yayasan Bhakti Rasa Nusantara melalui dapur SPPG yang berlokasi di Kampung Nanggung, Desa Tegalwangi.

Saat wartawan mendatangi lokasi dapur SPPG untuk meminta klarifikasi, pihak yayasan maupun kepala SPPG tidak berada di tempat.

Salah seorang relawan di dapur SPPG menyarankan agar konfirmasi terkait keluhan tersebut disampaikan kepada Asisten Lapangan (Aslap) yang menangani program di wilayah tersebut.

Relawan tersebut menyebutkan nama Roni sebagai pihak yang dapat memberikan penjelasan.

“Kalau soal itu konfirmasi saja ke Aslap-nya, Pak Roni,” ujarnya.

Sementara itu, saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, Roni belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait laporan keluhan menu MBG yang beredar.

“Terima kasih Bapak atas informasinya. Saya sampaikan dulu ke atasan,” tulisnya singkat.

Kasus ini menjadi perhatian karena program MBG bertujuan meningkatkan asupan gizi anak-anak, khususnya di jenjang PAUD dan sekolah dasar. Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola program masih belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut di wilayah Kabupaten Bogor.

Editor : Ifan Jafar Siddik

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut