get app
inews
Aa Text
Read Next : Proyek Hotel Sayaga Bogor Disorot, Aktivis Desak BPK Lakukan Audit Investigasi

Besok! PPK Proyek Hotel Sayaga Bogor Dijadwalkan Diperiksa Ditreskrimsus Polda Jabar

Selasa, 10 Maret 2026 | 21:34 WIB
header img
Ditreskrimsus Polda Jawa Barat menjadwalkan pemeriksaan terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan Hotel Sayaga Wisata Bogor tersebut pada Rabu pagi (11/3/2026). Foto Ilustrasi Mapolda Jawa Barat/iNews.id

BANDUNG, iNewsBogor.id – Proyek pembangunan Hotel Sayaga Wisata Bogor kembali menjadi sorotan. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat menjadwalkan pemeriksaan terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut pada Rabu (11/3/2026).

Pemeriksaan dilakukan dalam rangka pengumpulan bahan keterangan terkait laporan pengaduan masyarakat mengenai dugaan tindak pidana korupsi dalam pekerjaan konstruksi proyek pembangunan Hotel Sayaga yang dikelola PT Sayaga Wisata Bogor, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2025.

Pemanggilan tersebut tertuang dalam surat panggilan koordinasi kepada Direktur Utama PT Sayaga Wisata Bogor, Nomor: B/Und-3330 /11I/RES.3./2026/Ditreskrimsus yang ditandatangani Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Jabar, AKBP Muhammad Wafdan, tertanggal 6 Maret 2026.

Dalam surat tersebut, Direktur Utama PT Sayaga Wisata Bogor diminta untuk menghadirkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan Hotel Sayaga guna memberikan keterangan kepada penyidik.

Rencananya, pemeriksaan terhadap PPK proyek Hotel Sayaga akan dilaksanakan di Ruangan Unit II Subdit III Ditreskrimsus Polda Jawa Barat sekitar pukul 10.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan saat dihubungi melalui pesan WhatsApp terkait pemanggilan tersebut belum memberikan tanggapan hingga berita ini diturunkan.

Sebelumnya Ketua NGO Kabupaten Bogor Bersatu (KBB), Rizwan Riswanto, menilai proyek yang telah menelan dana ratusan miliar rupiah tersebut hingga kini belum memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bahkan, operasional hotel disebut masih belum optimal sejak proses pembangunannya dimulai pada masa kepemimpinan bupati sebelumnya.

Menurut Rizwan, sejumlah persoalan hukum dan teknis mewarnai proyek pembangunan hotel tersebut, mulai dari dugaan penyimpangan anggaran hingga masalah konstruksi yang membuat proyek sempat mangkrak.

Tak hanya terkait konstruksi, kata dia, Hotel Sayaga Wisata juga diterpa isu dugaan pelanggaran kewajiban perpajakan. Aktivis menyoroti adanya indikasi dugaan praktik “kongkalikong” antara pihak pengelola dengan oknum di Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor.

"Diduga, kewajiban pajak yang seharusnya disetorkan oleh entitas BUMD tersebut dimanipulasi atau tidak disetorkan secara penuh untuk menutupi defisit keuangan perusahaan," timpalnya.

Selain itu, lanjut dia, manajemen PT Sayaga Wisata juga dinilai kurang transparan dalam memberikan penjelasan kepada publik maupun media terkait status perpajakan perusahaan.

Hingga awal 2026, operasional Hotel Sayaga disebut masih belum berjalan optimal meskipun sempat melakukan trial opening melalui kerja sama dengan operator Horison Hotel Group. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa BUMD tersebut berpotensi mengalami kesulitan keuangan jika tidak segera mendapatkan investor strategis atau suntikan dana tambahan.

mantan Direktur Utama PT Sayaga Wisata, BUMD Pemerintah Kabupaten Bogor, Supriadi Jufri, memberikan tanggapan. Dia mengatakan proyek pembangunan Hotel Sayaga memang menjadi sorotan berbagai pihak dan telah melalui pemeriksaan oleh sejumlah lembaga.

“Pekerjaan Hotel Sayaga memang menjadi sorotan berbagai pihak dan sudah menjadi objek pemeriksaan juga kang. Insya Allah semua sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ujar Supriadi Jupri saat dikonfirmasi iNews.id, Selasa (10/3/2026).

Dia juga menyampaikan bahwa saat ini operasional Hotel Sayaga sudah berjalan dan mulai menghasilkan pendapatan sesuai target yang ditetapkan.

“Alhamdulillah sekarang hotel sudah berjalan dan sudah menghasilkan revenue sesuai target. Tinggal bagaimana menjaganya dengan hati-hati, terutama dari sisi efisiensi biaya,” katanya.

Supriadi mengaku bersyukur karena hotel tersebut telah beroperasi dan mulai memberikan pemasukan bagi perusahaan.

“Melihat Hotel Sayaga sudah berjalan dan menghasilkan revenue membuat saya bersyukur. Sayaga Wisata insya Allah sudah aman,” ujarnya.

Dia menambahkan, dirinya telah mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama PT Sayaga Wisata per 11 Februari 2026.

“Sehingga saya merasa lega bisa mengundurkan diri sebagai Dirut Sayaga per 11 Februari kemarin,” tandasnya.

Editor : Suriya Mohamad Said

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut