get app
inews
Aa Text
Read Next : Sutradara Bogor Ineu Rahmawati Raih Best Short Documentary di Golden FEMI 2025

Dari Indonesia ke Dunia, Film Ghost in the Cell Tembus 86 Negara

Selasa, 31 Maret 2026 | 19:44 WIB
header img
Ghost in the Cell jadi salah satu film Indonesia dengan jangkauan internasional terbesar, menembus pasar global sebelum rilis domestik. Foto: iNewsBogor.id/ Istimewa

BOGOR, iNewsBogor.id – Industri perfilman Indonesia kembali mencatat prestasi membanggakan di kancah internasional. Film terbaru garapan Joko Anwar berjudul Ghost in the Cell sukses menarik perhatian global bahkan sebelum resmi tayang di dalam negeri.

Film produksi Come and See Pictures ini telah mengamankan hak distribusi di 86 negara, menjadikannya salah satu film Indonesia dengan jangkauan internasional paling luas dalam beberapa tahun terakhir.

Dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026, proyek ini juga melibatkan sejumlah rumah produksi ternama seperti RAPI Films, Legacy Pictures, serta Barunson E&A sebagai distributor global.

Sebelum penayangan perdananya, Ghost in the Cell sudah lebih dulu mencuri perhatian di ajang bergengsi Berlinale 2026.

Bahkan, hak distribusi untuk wilayah negara berbahasa Jerman telah diakuisisi oleh Plaion Pictures sejak tahap awal.

Pencapaian ini memperkuat posisi film Indonesia sebagai pemain yang semakin diperhitungkan di industri global.

Menurut Joko Anwar, film ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga refleksi dari realitas sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Film ini lahir dari realita Indonesia. Meski dikemas dalam komedi horor, ini berbicara tentang kekuasaan, sistem yang korup, dan masyarakat kecil yang terjebak di dalamnya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa isu yang diangkat ternyata bersifat universal dan mampu menjangkau audiens global.

“Korupsi tidak punya kewarganegaraan, dan ketidakadilan adalah bahasa universal,” tambahnya.

Film ini menghadirkan deretan aktor ternama seperti:

  • Abimana Aryasatya
  • Bront Palarae
  • Lukman Sardi
  • Rio Dewanto
  • Tora Sudiro

Selain itu, film ini juga memperkenalkan wajah baru, Magistus Miftah.

Produser Tia Hasibuan menyebut capaian distribusi global ini sebagai bukti kualitas produksi yang diakui dunia.

“Tayang di 86 negara menunjukkan bahwa film ini memiliki kualitas yang mampu bersaing secara internasional,” ujarnya.

Sinopsis: Teror Gaib di Balik Jeruji Penjara

Ghost in the Cell mengambil latar di sebuah lembaga pemasyarakatan fiktif bernama Labuhan Angsana. Para narapidana hidup dalam tekanan sistem yang sarat penyalahgunaan kekuasaan dan kekerasan.

Situasi berubah drastis ketika seorang tahanan baru datang, diikuti serangkaian kematian misterius yang mengerikan.

Terungkap bahwa sosok gaib memburu para penghuni penjara yang memiliki aura negatif. Dalam kondisi penuh ketakutan, para napi berusaha berubah menjadi “baik” demi bertahan hidup.

Namun, di tengah sistem yang korup dan tidak adil, upaya tersebut justru menjadi tantangan tersendiri.

Pada akhirnya, mereka dihadapkan pada pilihan sulit: bersatu melawan penindasan atau menghadapi ancaman tak kasat mata yang terus mengintai.

Dengan kombinasi genre horor, komedi, dan kritik sosial, Ghost in the Cell menjadi salah satu film Indonesia yang berhasil menembus pasar global sebelum rilis domestik.

Distribusinya mencakup berbagai kawasan seperti Asia Tenggara, Amerika Utara, Eropa, Amerika Latin, hingga Afrika—termasuk negara besar seperti Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Brasil, India, dan Australia.

Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa film Indonesia semakin mampu bersaing di panggung internasional dengan mengangkat isu yang relevan secara universal.

Editor : Ifan Jafar Siddik

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut