Satu Ruang Guru SD Negeri di Parung Panjang Bogor Hangus Terbakar, Siswa Gagal Ujian Semester
BOGOR, iNewsBogor.id – Kebakaran melanda sebuah gedung ruang guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Gintung Cilejet, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026) pagi. Peristiwa ini diduga dipicu korsleting listrik.
Akibat kebakaran tersebut, sejumlah aset sekolah hangus terbakar, termasuk perangkat elektronik dan dokumen penting seperti kertas soal ujian semester siswa yang dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang.
Kondisi pasca kebakaran memperlihatkan ruang guru sekolah tersebut hangus dilalap api. Sejumlah barang seperti televisi bantuan pemerintah, kursi, hingga perlengkapan administrasi sekolah tidak dapat diselamatkan.
Menurut keterangan pihak sekolah, api pertama kali muncul dari colokan listrik yang terbakar, kemudian dengan cepat merambat ke bagian ruangan hingga atap bangunan.
Dampak dari kebakaran ini membuat pihak sekolah terpaksa membatalkan pelaksanaan ujian semester karena seluruh kertas soal ikut terbakar.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Guru dan warga sekitar langsung melakukan evakuasi terhadap barang-barang yang masih bisa diselamatkan, seperti buku pelajaran siswa.
Kepala SDN 2 Gintung Cilejet, Anas Abdullah, mengatakan kebakaran terjadi secara tiba-tiba dan cepat membesar.
“Api diduga berasal dari korsleting listrik di bagian colokan, lalu dengan cepat merambat ke seluruh ruangan hingga atap,” ujar Anas.
Ia menambahkan, banyak dokumen penting yang tidak sempat diselamatkan, termasuk soal ujian semester siswa.
“Kertas soal ujian semester yang rencananya digunakan hari Senin ikut terbakar, sehingga untuk sementara ujian kami tunda,” jelasnya.
Saat ini, aktivitas ruang guru dipindahkan sementara ke mushola terdekat agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
Pihak sekolah berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk membantu pembangunan kembali fasilitas yang terbakar.
“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah agar ruang guru bisa segera dibangun kembali, supaya proses belajar mengajar tidak terganggu,” tutup Anas.
Editor : Furqon Munawar