get app
inews
Aa Text
Read Next : 2 Rumah Roboh di dalam Kawasan Perumahan Elite di Bogor, Pemilik Gugat Pengembang

Antisipasi Banjir dan Longsor, 70 Relawan Angkut 6 Ton Timbunan Sampah di Puncak

Senin, 06 April 2026 | 11:26 WIB
header img
Di kawasan hulu seperti Puncak, praktik pembuangan sampah yang tidak terkendali memberikan tekanan berat. Foto: Ist

BOGOR, iNewsBogor.id - Pengelolaan lingkungan di Indonesia masih dibenturkan pada tantangan besar bernama permasalahan sampah.

Di kawasan hulu seperti Puncak, praktik pembuangan sampah yang tidak terkendali memberikan tekanan berat bagi ekosistem, mengganggu aliran air, hingga meningkatkan risiko bencana banjir dan longsor di wilayah lereng.

Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa timbulan sampah nasional pada 2023 menyentuh angka 56 juta ton per tahun. Mirisnya, hanya 39% yang terkelola dengan baik, sementara sisanya masih ditimbun dengan metode open dumping atau berakhir di lingkungan melalui pembakaran dan pembuangan ilegal ke badan air.

Kondisi ini merembet ke tingkat daerah, di mana Kabupaten Bogor harus menghadapi volume sampah ribuan ton setiap harinya yang memicu munculnya titik pembuangan liar, terutama di kawasan penyangga Puncak.

Merespons situasi tersebut, sebanyak 70 relawan Eiger Adventure Land bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango melaksanakan aksi bersih-bersih di Desa Sukagalih, Megamendung, pada pertengahan Maret lalu.

Dalam tahap awal aksi di Zona Pemanfaatan TNGGP tersebut, tim berhasil mengangkut sekitar 6 ton sampah atau setara empat truk. Namun, tantangan di lapangan masih besar karena total timbulan sampah di titik itu diperkirakan mencapai 30 ton, sehingga proses pembersihan akan dilanjutkan secara bertahap.

Inisiatif ini merupakan wujud komitmen Eiger Adventure Land sebagai destinasi ekowisata yang tidak hanya membangun kawasan, tetapi juga bertanggung jawab menjaga kualitas lingkungan di desa penyangga dan area konservasi sekitarnya.

Direktur Utama Eiger Adventure Land, Imanuel Wirajaya, menekankan bahwa persoalan di hulu sangat berkaitan erat dengan faktor perilaku manusia.

“Permasalahan sampah di kawasan seperti Puncak tidak hanya soal volume, tetapi juga perilaku. Pembuangan sampah sembarangan dapat berdampak langsung terhadap lingkungan sekitar, mulai dari pencemaran hingga potensi bencana. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan bersama-sama menjaga kawasan ini tetap bersih. Perubahan perilaku dan wajib pilah sampah dari sumber sangat penting diwujudkan,” kata dia.

Senada dengan hal itu, Guru Besar Teknik Sipil dan Lingkungan IPB University sekaligus tim pakar Eiger Adventure Land, Arief Sabdo Yuwono, menyoroti pentingnya perubahan sistem yang lebih menyeluruh. Beliau menjelaskan, “Permasalahan sampah tidak bisa lagi diselesaikan dengan pendekatan konvensional seperti open dumping.

Diperlukan perubahan sistem pengelolaan sampah mulai dari sumbernya, termasuk kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta penguatan sistem pengelolaan yang lebih berkelanjutan.”

Menyikapi kompleksitas tersebut, Eiger Adventure Land berkomitmen untuk terus mendorong program pengelolaan sampah di Megamendung secara berkelanjutan. Selain berperan sebagai mitra dan fasilitator, mereka juga fokus mengedukasi masyarakat agar memiliki kebiasaan mengelola sampah yang bertanggung jawab.

Ke depan, komitmen ini akan diperkuat melalui pengembangan sistem pengelolaan sampah terintegrasi guna mendukung kawasan ekowisata yang lestari sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah hulu.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut