get app
inews
Aa Text
Read Next : Sidak Anggota DPD di Parungpanjang: Perajin Tempe Keluhkan Harga Kedelai Melonjak

Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tahu di Bogor Terpaksa Naikkan Harga Jual

Senin, 06 April 2026 | 15:15 WIB
header img
Aktivitas produksi tahu di Kota Bogor terdampak lonjakan harga bahan baku, membuat pelaku UMKM menaikkan harga jual untuk bertahan. Foto: iNewsBogor.id

BOGOR, iNewsBogor.id – Kenaikan harga kedelai impor berdampak langsung pada pelaku usaha kecil, termasuk perajin tahu di Kota Bogor, Jawa Barat. Lonjakan harga bahan baku membuat produsen harus memutar strategi agar tetap bertahan di tengah meningkatnya biaya produksi.

Salah satu perajin tahu di kawasan Jalan Bagaspati, Kota Bogor, mengaku terpaksa menaikkan harga jual produknya setelah harga kedelai impor mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Sebelumnya, harga kedelai impor berada di kisaran Rp8.000 per kilogram, namun kini melonjak menjadi sekitar Rp10.600 per kilogram.

Kondisi ini membuat para produsen tahu harus mengambil langkah penyesuaian harga. Salah satunya dengan menaikkan harga jual per loyang tahu dari sebelumnya Rp50.000 menjadi Rp60.000.

Meski demikian, produsen memilih untuk tidak mengurangi ukuran atau kualitas produk, sebagai bentuk komitmen menjaga kepercayaan konsumen.

Perajin tahu, Mumuh Mulyana, menyebut bahwa kenaikan harga bahan baku dipengaruhi oleh situasi global yang belum stabil.

“Perang yang belum selesai membuat harga bahan baku seperti kedelai, garam, hingga plastik kemasan ikut naik,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi ini cukup memberatkan pelaku usaha kecil karena hampir seluruh komponen produksi mengalami kenaikan.

Para perajin menduga kenaikan harga kedelai dan bahan pendukung lainnya masih berpotensi berlanjut. Jika tidak ada intervensi atau stabilisasi harga, kondisi ini dapat berdampak pada daya beli masyarakat dan keberlangsungan usaha kecil.

Di sisi lain, pelaku usaha berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk membantu menjaga stabilitas harga bahan baku, khususnya bagi sektor UMKM pangan.

Editor : Ifan Jafar Siddik

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut