Viral, Anak Ojol Difabel Berharap Lolos Seleksi Bintara Polri di Polda Jabar
JAKARTA, iNewsBogor.id – Media sosial diramaikan dengan video haru yang menampilkan seorang pengemudi ojek online (ojol) penyandang disabilitas yang menyampaikan harapan agar putranya lolos seleksi Bintara Polri di Polda Jawa Barat. Video berdurasi 54 detik itu viral di berbagai platform pada Senin (4/5/2026).
Dalam video tersebut, pria yang mengaku bernama Riswan menyampaikan cita-cita sang anak, Mochammad Radit Wibawa, yang ingin menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
“Dalam video ini, saya ingin menyampaikan cita-cita dan keinginan anak saya, Moch Radit Wibawa, untuk menjadi anggota Polri. Saya sangat berharap semoga anak saya bisa lolos dan bisa mengabdi untuk bangsa dan negara, sekaligus menjadi kebanggaan keluarga,” ujar Riswan dalam video yang beredar.
Dalam pesan yang sama, Riswan juga menyampaikan harapannya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar anak dari keluarga sederhana seperti putranya memiliki kesempatan yang sama untuk mengabdi di institusi Bhayangkara.
“Untuk Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, semoga harapan saya bisa terwujud,” tuturnya.
Kisah Mochammad Radit Wibawa kemudian menyita perhatian publik setelah diketahui mengikuti seleksi Bintara Polri di Polda Jawa Barat. Radit berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai pengemudi ojek online meski dalam kondisi penyandang disabilitas.
Video yang beredar memperlihatkan perjuangan keluarga tersebut menjalani kehidupan di tengah keterbatasan ekonomi. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan semangat Radit untuk mengejar cita-cita menjadi anggota Polri.
Dukungan pun mengalir dari berbagai kalangan masyarakat. Banyak warganet berharap proses seleksi berjalan secara jujur, transparan, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun status sosial.
Koalisi Keadilan menilai perjuangan Radit menjadi simbol harapan bagi anak-anak dari keluarga kecil untuk bisa ikut berkontribusi membangun institusi kepolisian.
“Kisah Radit Wibawa, anak ojol difabel, menjadi harapan sekaligus ujian bagi Polri. Apakah reformasi Polri benar-benar memberi ruang kepada rakyat kecil untuk ikut mengabdi. Institusi Polri tidak boleh hanya menjadi tempat pengabdian anak-anak orang kaya, pengusaha, atau keluarga pejabat. Polri harus menjadi rumah pengabdian bagi anak-anak keluarga miskin,” ujar Koordinator Koalisi Keadilan, Fuad Adnan.
Kisah Radit kini menjadi sorotan publik sekaligus simbol bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih cita-cita dan mengabdi kepada negara.
Editor : Furqon Munawar