Harga Pupuk Dunia Naik 40%, Presiden Prabowo Subianto Justru Turunkan Pupuk Subsidi 20% untuk Petani
JAKARTA, iNewsBogor.id – Di tengah lonjakan harga pupuk dunia yang menembus lebih dari 40 persen akibat krisis geopolitik dan terganggunya rantai pasok global, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah berbeda dengan menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen demi menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
Kebijakan ini diumumkan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam rilis resmi tertanggal 3 Mei 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, kebijakan tersebut merupakan langkah antisipatif pemerintah dalam menghadapi ancaman krisis pupuk global.
“Presiden Prabowo sejak awal sudah membaca bahwa dunia sedang menuju periode yang tidak stabil. Beliau memerintahkan kami untuk tidak menunggu krisis datang, tetapi mengantisipasinya dengan kebijakan,” ujar Amran dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (3/5/2026).
Menurut Amran, sejak Februari 2026 konflik di Timur Tengah menyebabkan penutupan Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar sepertiga perdagangan pupuk dunia. Pada saat yang sama, China menghentikan ekspor pupuk nitrogen utama, sehingga harga urea global melonjak lebih dari 40 persen hanya dalam hitungan minggu.
Editor : Furqon Munawar