Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kumpulkan Belasan Ribu Aparatur Gizi di Sentul, Prabowo: Bekerja Jujur, Jangan Ada Penyimpangan!
Advertisement . Scroll to see content

Harga Pupuk Dunia Naik 40%, Presiden Prabowo Subianto Justru Turunkan Pupuk Subsidi 20% untuk Petani

Senin, 04 Mei 2026 | 18:34 WIB
  • author Furqon Munawar
Harga Pupuk Dunia Naik 40%, Presiden Prabowo Subianto Justru Turunkan Pupuk Subsidi 20% untuk Petani
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaeman (menghadap lensa) saat melakukan peninjauan sekaligus berdialog dengan petugas di gudang pupuk. (Foto : Istimewa)

JAKARTA, iNewsBogor.id – Di tengah lonjakan harga pupuk dunia yang menembus lebih dari 40 persen akibat krisis geopolitik dan terganggunya rantai pasok global, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah berbeda dengan menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen demi menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

Kebijakan ini diumumkan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam rilis resmi tertanggal 3 Mei 2026.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, kebijakan tersebut merupakan langkah antisipatif pemerintah dalam menghadapi ancaman krisis pupuk global.

“Presiden Prabowo sejak awal sudah membaca bahwa dunia sedang menuju periode yang tidak stabil. Beliau memerintahkan kami untuk tidak menunggu krisis datang, tetapi mengantisipasinya dengan kebijakan,” ujar Amran dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (3/5/2026).

Menurut Amran, sejak Februari 2026 konflik di Timur Tengah menyebabkan penutupan Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar sepertiga perdagangan pupuk dunia. Pada saat yang sama, China menghentikan ekspor pupuk nitrogen utama, sehingga harga urea global melonjak lebih dari 40 persen hanya dalam hitungan minggu.

Kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen mencakup berbagai jenis pupuk utama yang digunakan petani, mulai dari urea, NPK, hingga ZA. Pemerintah juga melakukan reformasi distribusi dengan memangkas 145 regulasi melalui Instruksi Presiden agar penyaluran pupuk lebih cepat dan tepat sasaran.

Selain menjaga biaya produksi di sektor hulu, pemerintah juga memperkuat pendapatan petani di sektor hilir melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram.

Amran menyebut Indonesia kini berada dalam posisi relatif lebih kuat dibanding sejumlah negara Asia Tenggara yang terdampak krisis pupuk, berkat diversifikasi pasokan, penguatan produksi domestik, dan konsistensi subsidi.

“Cadangan beras pemerintah saat ini telah melampaui 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Ini menjadi bantalan kuat menghadapi El Niño maupun ketidakpastian global,” tegas Amran.

Kementan menilai kebijakan ini dapat menurunkan biaya produksi petani hingga ratusan ribu rupiah per hektare per musim tanam, sekaligus memperluas akses pupuk bagi lebih dari 16 juta petani di seluruh Indonesia.

Editor: Furqon Munawar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut