Remaja Korban Gigitan Ular Berbisa di Bogor Mulai Membaik, Sempat Kritis Dua Hari di ICU
Meski demikian, Hendra belum diperbolehkan pulang karena masih menjalani penanganan intensif di ruang ICU RS Ummi.
“Iya, masih dirawat intensif di RS Ummi. Tapi setelah sempat kritis selama dua hari, sekarang kondisinya mulai membaik,” katanya.
Saat ini Hendra terus didampingi pihak keluarga, terutama kedua orang tuanya. Pemerintah kelurahan juga memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi korban hingga benar-benar pulih.
Rizki berharap peristiwa tersebut menjadi perhatian serius bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat berada di area terbuka, terutama pada malam hari.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada, apalagi jika menemukan atau berhadapan dengan hewan liar,” ucap Rizki.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat ular berbisa tersebut menggigit salah satu korban. Namun karena tidak mengetahui jenis ular itu berbahaya, hewan tersebut justru sempat dimainkan hingga akhirnya kembali menyerang korban lainnya.
“Awalnya mereka tidak tahu kalau ular itu berbisa. Ularnya sempat dijadikan mainan, lalu menggigit korban yang lain,” jelas Rizki.
Korban meninggal, Umar Zein Sifalah, sebelumnya sempat mengalami demam tinggi, tubuh lemas, dan gejala dehidrasi sebelum akhirnya meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.
Hingga kini, jenis ular yang menggigit kedua remaja tersebut belum dapat dipastikan. Namun berdasarkan keterangan warga, ular itu memiliki ciri tubuh berwarna hitam pekat dengan corak putih di bagian tubuhnya.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak menangani satwa liar secara sembarangan, terutama ular yang belum diketahui jenis maupun tingkat bahayanya.
Editor : Ifan Jafar Siddik