get app
inews
Aa Text
Read Next : Wamendagri Bima Arya Cek Kesiapan Kota Bogor Jelang Pilkada Serentak

Dedie Rachim dan Bima Arya Meriahkan Bogor Citytrail 2026, Dorong Trail Run Masuk PON

Senin, 01 Juni 2026 | 06:33 WIB
header img
Tampak Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim loncat melewati kali kecil saat mengikuti lomba Bogor Citytrail 2026 di kawasan wisata Jungle Water Park, Kota Bogor. (Foto : Istimewa)

BOGOR, iNewsBogor.id - Ajang Bogor City Trail (BCT) 2026 kembali digelar dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Kegiatan yang berlangsung di Jungle Water Park, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Minggu (31/5/2026), itu diikuti sekitar 1.800 peserta dari berbagai daerah, termasuk pelari mancanegara.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, turut ambil bagian dalam lomba tersebut bersama Wakil Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Umum Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI), Bima Arya.

Penyelenggaraan tahun ini menjadi edisi keempat sejak pertama kali digelar. Selain mempertahankan kategori 5 kilometer dan 10 kilometer, BCT 2026 menghadirkan kategori baru half marathon atau 21 kilometer yang dinilai menjadi salah satu daya tarik utama bagi komunitas pelari trail.

Dedie Rachim menilai perkembangan BCT dalam empat tahun terakhir menunjukkan tren positif. Ia bahkan berharap olahraga lari trail ke depan dapat memperoleh ruang lebih luas dalam agenda olahraga nasional, termasuk berpeluang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON).

Meski demikian, Dedie mengingatkan masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, kualitas lintasan, kebersihan lingkungan, hingga penataan jalur perlu terus ditingkatkan agar pengalaman peserta semakin baik dari tahun ke tahun.

"Saat melintasi jalur 5 kilometer, ternyata masih diperlukan sinergi dan kolaborasi yang lebih kuat, terutama untuk mempercantik lintasan. Kita juga harus memperhatikan kebersihan, penanganan sampah, serta kondisi jalur dan jalan yang perlu diperbaiki. Ini akan menjadi bagian dari upaya ke depan agar BCT menjadi pilihan bagi para runner sekaligus memberikan pengalaman menikmati keindahan alam Kota Bogor," kata Dedie Rachim.

Menurutnya, jalur yang tertata, bersih, dan nyaman akan menjadi faktor penting untuk menarik lebih banyak peserta, termasuk pelari dari luar negeri.

"Kalau jalurnya indah, tertib, dan bersih, tentu BCT akan menarik lebih banyak peminat, baik dari dalam negeri maupun mancanegara," ujarnya.

Ketua Umum ALTI, Bima Arya, juga melihat potensi besar yang dimiliki BCT untuk berkembang menjadi agenda sport tourism yang lebih kuat di masa mendatang. Ia menilai antusiasme peserta, termasuk dari luar negeri, menjadi modal penting bagi penyelenggara untuk meningkatkan kualitas event.

"Saya berharap BCT ke depan diperluas lagi skalanya, karena saya melihat banyak pelari mancanegara yang ambil bagian. Selanjutnya, trek larinya juga agar lebih steril. Untuk lebih memeriahkan suasana, bisa ditambah berbagai gimmick khas lokal," kata Bima Arya.

Sementara itu, perwakilan penyelenggara dari 106 Race Management, Ifan Jafar Sidik, mengatakan BCT 2026 berlangsung sesuai harapan dan menjadi bagian dari kalender event resmi Kota Bogor.


Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan Wamendagri, Bima Arya saat menyampaikan keterangan pada para wartawan usai mengikuti lomba Bogor City Trail 2026 di kawasan Jungle Water Park, Kota Bogor. (Foto : Istimewa)
 
Ia menyebut kehadiran langsung Wali Kota Bogor dan Bima Arya sebagai peserta lomba menjadi salah satu catatan menarik dalam pelaksanaan tahun ini. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya melakukan pelepasan peserta atau flag off, kali ini keduanya ikut turun ke lintasan.

"Nah, tahun pertama, kedua, ketiga itu biasanya Bapak Wali hanya flag off. Untuk tahun ini beliau ikut lari juga meskipun di kategori 5 kilometer. Yang menarik juga, Ketua Umum ALTI sekaligus Wamendagri Bapak Bima Arya ikut serta di kategori 10 kilometer," ujar Ifan.

Menurutnya, kategori 21 kilometer yang baru diperkenalkan tahun ini mendapat perhatian cukup besar dari komunitas pelari, khususnya para atlet dan anggota ALTI.

"Nah, perbedaannya dengan BCT 1, 2, dan 3 adalah adanya kategori half marathon atau 21 kilometer. Ini yang menjadi daya tarik bagi para pelari ALTI khususnya dan menjadi catatan penting untuk pengembangan ke depan," jelasnya.

Ifan juga mengungkapkan bahwa jumlah peserta nasional mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Sementara untuk peserta internasional, jumlah pendaftar tercatat lebih dari 100 orang, namun yang akhirnya hadir dan mengikuti lomba sekitar 78 peserta.

Para pelari mancanegara tersebut berasal dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara maupun Eropa. Sebagian di antaranya merupakan peserta yang sudah beberapa kali mengikuti BCT.

"Untuk pelari mancanegara yang ikut tahun ini kurang lebih sekitar 78 peserta. Ada yang sudah tiga kali ikut, ada yang dua kali, dan ada juga yang baru pertama kali mengikuti BCT tahun ini," katanya.

Ia menjelaskan bahwa secara pendaftaran jumlah peserta luar negeri masih menunjukkan tren positif. Namun tingkat kehadiran pada tahun ini mengalami sedikit penurunan karena bertepatan dengan sejumlah event lari lain yang berlangsung di Indonesia maupun negara-negara Asia.

"Tiap tahunnya meningkat kalau dari pendaftaran. Tapi kalau ikut serta memang ada penurunan untuk tahun ini karena ada beberapa event yang berlangsung bersamaan, baik di Indonesia maupun di kawasan Asia lainnya," ungkap Ifan.

Selain pengembangan kategori lomba, isu kebersihan juga menjadi perhatian penyelenggara. Sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam penanganan sampah, pihaknya berencana mendorong gerakan bersih-bersih lintasan menjelang pelaksanaan event berikutnya.

"Kami akan mengkampanyekan soal sampah. Mungkin ke depan bersama para pemangku kebijakan di wilayah bisa mengadakan kerja bakti satu atau dua hari, atau minimal seminggu sebelum pelaksanaan event agar lintasan lebih bersih dan nyaman," ujarnya.

Ke depan, penyelenggara berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, komunitas olahraga, dan pihak penyelenggara semakin kuat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi BCT sebagai ikon sport tourism yang mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

"Harapannya apa yang disampaikan Bapak Wali Kota bisa menjadi daya tarik sekaligus ikon Kota Bogor. Mudah-mudahan sport tourism di Bogor semakin terjalin dan berkembang," tutup Ifan.

Editor : Furqon Munawar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut