get app
inews
Aa Text
Read Next : Pertandingan Sepak Bola Antar Kampung di Tenjo Bogor Berujung Ricuh, Laga Sempat Dihentikan

Gereja Santo Andreas Sukaraja Gelar Misa Inkulturasi NTT, Perkuat Iman dan Lestarikan Budaya Flobamo

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:45 WIB
header img
Perarakan misa inkulturasi di Gereja Paroki Santo Andreas, Sukaraja, Kabupaten Bogor. (Foto : Istimewa)

BOGOR, iNewsBogor.id – Gereja Paroki Santo Andreas Sukaraja, Kabupaten Bogor, menggelar Misa Inkulturasi bernuansa budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) di Taman Doa Bumi Maria Sareng Para Rasul, Minggu (14/6/2026). Perayaan bertajuk “Flobamora Paroki Santo Andreas, Satu Hati, Satu Iman dalam Budaya” itu menjadi wadah memperkuat iman sekaligus melestarikan kekayaan budaya daerah di lingkungan gereja.

Misa berlangsung khidmat dan meriah dengan menampilkan berbagai unsur budaya khas NTT, mulai dari tarian tradisional, kain tenun, hingga penggunaan beragam bahasa daerah dalam doa dan nyanyian liturgi.

Perayaan diawali dengan prosesi perarakan yang melibatkan para penari adat, misdinar, dan para imam. Misa dipimpin oleh RD Bonifasius Heribertus Beke bersama Pastor Paroki Santo Andreas RD Marselinus Wisnu Wardhana, RD Marcus Santoso, RD Christophorus Lamen Sani, serta RD Paulus Piter.

Keunikan misa semakin terasa saat doa umat dibacakan menggunakan enam bahasa daerah dari berbagai wilayah NTT, yakni Bahasa Manggarai, Nagekeo, Lamaholot, Dawan, Ende, dan Maumere.


Penari dari Kabupaten Kefa, TTU, NTT tengah membawakan tarian Badu disela Misa Akulturasi Gereja Paroki Santo Andreas, Sukaraja, Kabupaten Bogor. (Foto : Istimewa)

 

Umat asal NTT yang hadir juga mengenakan pakaian adat dan kain tenun khas dari berbagai daerah seperti Ende, Maumere, Larantuka, Nagekeo, Timor Tengah Utara (TTU), Atambua, Alor, hingga Sumba.

Pastor Paroki Santo Andreas, RD Marselinus Wisnu Wardhana, menegaskan bahwa budaya merupakan anugerah Tuhan yang harus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda.

“Budaya lahir karena kita diciptakan sebagai anugerah Tuhan. Maka kita merawat budaya di dalam gereja supaya semakin mampu mewartakan iman kepada siapa pun, terutama kepada generasi kita. Setiap budaya tetap akan kita rayakan sebagai bagian dari cara kita beriman,” ujar RD Marselinus.

Menurutnya, gereja memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman tanpa kehilangan esensi keimanan.

Ketua Panitia Misa Inkulturasi Flobamora, Daniel Mbonggi, menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan devosi dan iman umat melalui perayaan Ekaristi bernuansa etnik sekaligus memperkenalkan budaya NTT kepada masyarakat luas.


Para ibu mengenakan sarung tenun NTT mengabadikan momen bersama disela Misa inakulturasi Gereja Paroki Santo Andreas Sukaraja, Kabupaten Bogor. (Foto : Istimewa)

 

“Melalui misa inkulturasi ini kami ingin memperkenalkan budaya NTT, termasuk kain tenun, musik, tarian, dan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda di perantauan. Pelestarian budaya harus dimulai dari lingkungan keluarga dan gereja,” kata Daniel.

Ia menjelaskan Flobamora merupakan akronim dari Flores, Sumba, Timor, dan Alor yang menjadi identitas masyarakat NTT. Saat ini Provinsi NTT memiliki 21 kabupaten dan satu kota dengan keragaman bahasa yang sangat tinggi.

“Setiap daerah memiliki kekayaan budaya dan bahasa yang berbeda. Bahkan dalam satu kabupaten bisa terdapat dua hingga tiga bahasa daerah yang digunakan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Seksi Dana Flobamora NTT Paroki Santo Andreas, Petronela Moa, berharap kegiatan tersebut dapat mempererat hubungan antarumat asal NTT yang berada di Bogor sekaligus menjadi sarana regenerasi budaya.

“Kami ingin mengikat tali silaturahmi lebih dekat lagi sekaligus memperkenalkan budaya NTT kepada generasi muda. Banyak umat yang memiliki talenta seni dan budaya. Harapannya, kesenian NTT dapat terus diwariskan kepada OMK dan tampil dalam berbagai pentas budaya di Kota maupun Kabupaten Bogor,” tuturnya.

Melalui Misa Inkulturasi Flobamora, Gereja Paroki Santo Andreas menunjukkan bahwa keberagaman budaya dapat berjalan selaras dengan kehidupan beriman, sekaligus menjadi jembatan pelestarian warisan budaya Nusantara di tengah masyarakat multikultural.

Editor : Furqon Munawar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut