IHBS Wisuda 444 Lulusan, Siapkan Generasi AI yang Tetap Berlandaskan Nilai-Nilai Islam
BOGOR,iNewsBogor.id – Ibnu Hajar Boarding School (IHBS) menggelar Wisuda SD, SMP, SMA, dan Mahad Aly Tahun Pelajaran 2025/2026 di Gedung Puri Begawan, Kota Bogor, Ahad, 5 Juli 2026.
Sebanyak 444 siswa dari berbagai jenjang pendidikan resmi diwisuda dalam prosesi yang mengusung tema "Mengadaptasikan Teknologi Berbasis AI dengan Peradaban Islam."
Acara dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Anggota DPR RI Komisi II H. Aziz Subekti, S.E., M.M., Perwakilan Kemendikdasmen RI sekaligus Kepala Penguatan Karakter Tim Peserta Didik Direktorat SMA Dr. Muamar Surawidarto, S.E., MBA, Perwakilan Wakil Menteri Agama RI sekaligus Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bogor Dr. H. Mahmudi Affan Rangkuti, S.Pd.I., M.E.I., para ulama, akademisi, pengawas pendidikan, serta jajaran Yayasan Dakwah Islam Cahaya Ilmu.

Pengawas Yayasan Dakwah Islam Cahaya Ilmu, Ust. Abdullah Ashim, S.H., menjelaskan tema wisuda tahun ini dipilih untuk menegaskan komitmen IHBS dalam mempersiapkan lulusan yang mampu mengikuti perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai Islam.
Menurutnya, IHBS merupakan sekolah umum berbasis agama yang mengintegrasikan pendidikan akademik dengan pembinaan karakter Islami.
"Sekolah kita memiliki moto sebagai sekolah umum berbasis agama. Karena itu, lulusan-lulusan kami banyak yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri dan jurusan-jurusan sains. Tema AI dengan peradaban Islam ini kami angkat agar para lulusan yang kelak menjadi cendekiawan, ilmuwan, maupun peneliti tetap menjadikan peradaban Islam sebagai landasan dalam mengembangkan teknologi," ujar Abdullah.
Ia mengatakan, sejak berdiri pada 2010, IHBS telah meluluskan lebih dari 10 angkatan. Pada wisuda tahun ini, sebanyak 444 siswa dari jenjang KB, TK, SD, SMP, SMA hingga Mahad Aly mengikuti prosesi kelulusan.
Abdullah mengungkapkan, mayoritas lulusan SMA IHBS melanjutkan pendidikan ke berbagai program studi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Meski demikian, seluruh proses pendidikan tetap dibangun di atas nilai-nilai Islam yang moderat atau wasatiyah.

"Kami ingin mencetak generasi yang maju dalam teknologi, sains, matematika, dan ilmu pengetahuan, tetapi tetap berada di jalur agama. Nilai yang kami tanamkan adalah wasatiyah, yaitu bersikap moderat, tidak ekstrem ke kanan maupun ke kiri," katanya.
Ia juga menjelaskan, SMA IHBS memiliki program keagamaan khusus (Diniyah) yang menargetkan peserta didik mampu menghafal Al-Qur'an, menguasai bahasa Arab, serta memahami ilmu-ilmu syariat.
Selain itu, Mahad Aly IHBS merupakan program pendidikan tinggi berbasis beasiswa penuh yang dipersiapkan untuk mencetak dai. Para lulusannya nantinya akan ditugaskan berdakwah ke berbagai daerah, termasuk wilayah-wilayah pelosok di Indonesia.
"Mahad Aly merupakan program beasiswa penuh. Lulusannya akan kami kirim sebagai dai ke berbagai kota dan daerah pedalaman untuk berdakwah dan mengabdi kepada masyarakat," jelasnya.
Di akhir wawancara, Abdullah berpesan kepada seluruh wisudawan agar terus mengejar prestasi akademik dan profesionalisme, namun tetap menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam setiap langkah.
"Pesan kami kepada para wisudawan, teruslah mengejar ilmu pengetahuan, menjadi pribadi yang profesional dan berorientasi pada kemajuan, tetapi jangan pernah meninggalkan nilai-nilai Islam yang moderat sebagai fondasi dalam kehidupan," tutupnya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar