get app
inews
Aa Text
Read Next : Rumah Warga di Tenjo Bogor Ludes Terbakar Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kemarau Panjang, 1.500 Warga Dua Desa di Tenjo Kabupaten Bogor Kesulitan Air Bersih

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:20 WIB
header img
Tampak warga Tenjo, Kabupaten Bogor tengah antri air bersih akibat kemarau panjang. (Foto : iNewsBogor.id/ Iwan)

BOGORiNewsBogor.id – Sebanyak 1.500 warga di dua desa di Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang yang telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Untuk membantu warga, Polsek Tenjo menyalurkan bantuan air bersih menggunakan delapan mobil tangki pada Senin (20/7/2026).

Ratusan warga Kampung Hajere, Desa Tapos, tampak rela mengantre bahkan berdesakan sambil membawa ember dan jeriken demi mendapatkan air bersih. Mereka khawatir tidak kebagian pasokan air yang didistribusikan petugas.


Tanki air bersih disediakan petugas Polsek Tenjo Kabupaten Bogor guna membantu warga yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang. (Foto : iNewsBogor.id/Iwan)

 

Kondisi kekeringan menyebabkan sumur-sumur warga mengering sehingga kebutuhan air bersih untuk memasak, mandi, mencuci, hingga minum menjadi sangat terbatas.

Kapolsek Tenjo, Iptu Hendrik Hartono, mengatakan bantuan air bersih disalurkan ke dua desa yang terdampak paling parah, yakni Desa Tapos dan Desa Ciomas.

"Hari ini kami menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di Kecamatan Tenjo. Sebanyak delapan mobil tangki dengan kapasitas masing-masing 8.000 liter kami kerahkan untuk memenuhi kebutuhan warga," ujar Iptu Hendrik Hartono.

Total air bersih yang disalurkan mencapai 64.000 liter. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan masyarakat yang sudah sebulan mengalami kesulitan memperoleh air.

Sementara itu, Camat Tenjo Hendarsah mengatakan pemerintah kecamatan terus berupaya mencari solusi jangka panjang agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan air bersih setiap musim kemarau.

"Kami bersama pemerintah desa akan melakukan langkah-langkah penanganan, salah satunya membangun dan mengoptimalkan pompa air di beberapa titik agar kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi saat musim kemarau," kata Hendarsah.

Berdasarkan data pemerintah kecamatan, sekitar 1.500 warga di Desa Tapos dan Desa Ciomas terdampak kekeringan ekstrem. Warga berharap distribusi air bersih dapat terus dilakukan hingga musim kemarau berakhir serta pemerintah segera merealisasikan solusi permanen untuk mengatasi krisis air bersih di wilayah tersebut.

Editor : Furqon Munawar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut