get app
inews
Aa Text
Read Next : Imlek 2026, Warga Tionghoa Rayakan Tahun Baru 2577 Kongzili

Diajak Aksi di Jakarta Lewat Media Sosial, Para Pelajar Dicegah Polisi di Stasiun Tenjo Bogor

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:21 WIB
header img
Tampak para pelajar di Tenjo, Kabupaten Bogor tengah dimintai keterangan oleh polisi saat kedapatan akan ikut aksi di Jakarta. (Foto : iNewsBogor.id/Iwan)

BOGOR, iNewsBogor.id - Sejumlah pelajar yang diduga hendak mengikuti aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, diamankan petugas kepolisian di Stasiun Tenjo, Kabupaten Bogor, Kamis (27/8/2026) siang.

Para pelajar tersebut diketahui berada di Stasiun Tenjo saat petugas melakukan pemantauan untuk mencegah keberangkatan pelajar menuju Jakarta. Mereka mengaku mendapat ajakan mengikuti aksi melalui grup pesan di media sosial.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan para pelajar. Dari dalam tas, polisi menemukan pakaian ganti yang diduga sengaja dibawa untuk keperluan selama berada di Jakarta.

Para pelajar selanjutnya dibawa ke Mapolsek Tenjo untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Setelah proses tersebut, mereka dipulangkan kembali ke rumah masing-masing.

Selain melakukan pengamanan di Stasiun Tenjo, petugas juga melakukan penyisiran di dalam gerbong Commuter Line serta kawasan Stasiun Cilejit.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah adanya pelajar yang bersembunyi atau melanjutkan perjalanan menuju Jakarta untuk mengikuti aksi unjuk rasa. Sedikitnya tujuh pelajar diamankan petugas. Mereka berasal dari SMK Bina Nusantara Singabangsa dan SMK Suryatama Tenjo.

Kapolsek Tenjo IPTU Hendrik Hartono mengatakan, kepolisian saat ini meningkatkan pemantauan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan menjadi titik keberangkatan pelajar menuju Jakarta.

“Saat ini pihaknya sedang melakukan pemantauan di sejumlah titik lokasi yang rawan, di antaranya di Stasiun Tenjo dan Stasiun Cilejit. Di saat tengah melakukan pemantauan, kami menemukan sejumlah siswa sekolah yang akan mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta,” ujar IPTU Hendrik Hartono.

Menurutnya, sekitar tujuh pelajar diamankan untuk menjalani pendataan dan pembinaan. Polisi mencegah mereka berangkat lantaran hendak mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta.

Kepolisian memastikan patroli dan pemantauan akan terus ditingkatkan, terutama di kawasan stasiun dan jalur yang menjadi akses menuju Jakarta.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah pelajar ikut dalam aksi unjuk rasa yang sedang berlangsung serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Polisi juga mengimbau pihak sekolah maupun orang tua untuk mengawasi aktivitas para pelajar, khususnya terkait ajakan mengikuti aksi melalui media sosial.

Editor : Furqon Munawar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut