Sunset di Kebun Phase 2 Hadirkan Musik dan Pesan Konservasi di Kebun Raya Bogor
Pesan konservasi menjadi salah satu bagian penting dalam Sunset di Kebun Phase 2 melalui program Plant Heroes. Tahun ini, Hoya diperkenalkan kepada pengunjung sebagai salah satu tanaman yang merepresentasikan kekayaan biodiversitas Indonesia.
Hoya merupakan kelompok tumbuhan epifit yang banyak ditemukan di kawasan hutan tropis Indonesia. Persebarannya mencakup sejumlah wilayah, antara lain Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi hingga Papua.
Keunikan bentuk daun dan bunganya menjadi bagian dari edukasi untuk mengenalkan keanekaragaman hayati sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.
Pesan tersebut juga diperkuat melalui konsep “Vertical Garden, Sunset Bogor” di area panggung utama. Tanaman tropis seperti Hoya, Bromelia, Philodendron, Heliconia, dan pakis digunakan sebagai elemen dekorasi sehingga karakter Kebun Raya tetap terasa selama festival berlangsung.
General Manager Event PT Mitra Natura Raya, Abi Irawan, mengatakan musik dan pengalaman langsung di ruang terbuka dapat menjadi pendekatan yang lebih menyenangkan untuk mengenalkan isu lingkungan kepada masyarakat.
“Sunset di Kebun Raya membuat pengunjung dapat menikmati suasana Kebun Raya sekaligus mengenal lebih dekat alam dan kekayaan hayati Indonesia,” kata Abi.
Selain pertunjukan musik, pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas seni, budaya, kreativitas, dan kegiatan keluarga. Festival juga menghadirkan program Bike to Sunset yang mengajak masyarakat datang dengan bersepeda sebagai bagian dari upaya mendorong gaya hidup sehat dan lebih ramah lingkungan.
Abi berharap pengalaman yang diperoleh pengunjung tidak berhenti pada hiburan semata, tetapi turut menumbuhkan kepedulian terhadap alam dan kekayaan hayati Indonesia.
Dengan konsep tersebut, Sunset di Kebun Phase 2 mencoba mempertemukan hiburan dan edukasi dalam satu ruang, sekaligus memperkenalkan Kebun Raya Bogor sebagai ruang publik yang tidak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga memiliki fungsi penting dalam edukasi dan konservasi keanekaragaman hayati.
Editor: Ifan Jafar Siddik