Pendiri TSI Raih Golden Medal INOVETION Award 2026, Dedikasi Puluhan Tahun untuk Konservasi Satwa
Jansen juga terlibat dalam berbagai jejaring konservasi regional dan internasional. Salah satunya melalui pembentukan Southeast Asian Zoos and Aquariums Association (SEAZA) bersama sejumlah pihak dari Singapura dan Malaysia.
Di dunia akademik, Taman Safari Indonesia juga terlibat dalam penelitian dan publikasi ilmiah bersama sejumlah perguruan tinggi, termasuk IPB University. Salah satu penelitian tersebut berkaitan dengan populasi surili Jawa di kawasan hutan Taman Safari Indonesia yang dipublikasikan melalui jurnal ilmiah Media Konservasi.
Terlibat dalam Konservasi Badak Sumatera
Salah satu perjalanan penting Jansen adalah keterlibatannya dalam upaya penyelamatan badak Sumatera.Pembangunan Suaka Rhino Sumatera di Taman Nasional Way Kambas menjadi bagian dari perjalanan panjang konservasi badak Indonesia. Komitmen tersebut kemudian dilanjutkan melalui Yayasan Badak Indonesia.
Saat ini Jansen Manansang tercatat sebagai Ketua Pengurus sekaligus Direktur Eksekutif YABI.Upaya konservasi badak dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari konservasi in-situ dan ex-situ, penelitian, kesehatan satwa, pengelolaan populasi hingga peningkatan kesadaran masyarakat.
Konservasi Gajah dan Harimau Sumatera
Selain badak, Jansen juga berkontribusi dalam konservasi gajah Sumatera. Salah satunya melalui inisiatif pembangunan rumah sakit dan klinik gajah di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, serta Taman Nasional Tesso Nilo, Riau.
Editor: Furqon Munawar