Siswa Komcad ASN Meninggal Usai Jatuh Saat Gladi Penutupan di Halim, Rekan Ungkap Latihan 7 Hari
JAKARTA, iNewsBogor.id - Kabar duka menyelimuti keluarga besar Siswa Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN) Gelombang II Tahun 2026. Salah seorang peserta, Vanreko Varkas Bagaskara, meninggal dunia setelah mengalami kondisi darurat saat mengikuti gladi persiapan penutupan pendidikan Komcad di Jakarta.
Vanreko dilaporkan jatuh saat mengikuti gladi di area taxiway Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, yang menjadi lokasi pelaksanaan penutupan kegiatan.
Berdasarkan keterangan rekan-rekan sesama siswa Komcad ASN Gelombang II, peristiwa tersebut terjadi saat almarhum mengikuti rangkaian gladi penutupan. Setelah terjatuh, Vanreko mendapatkan pertolongan dan kemudian dibawa ke rumah sakit. Kondisinya dilaporkan kritis hingga mengalami koma. Setelah menjalani perawatan, Vanreko akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kabar duka tersebut kemudian disampaikan kepada rekan-rekan Siswa Komcad ASN Gelombang II melalui pesan resmi
.“Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Dengan penuh rasa duka cita, kami menyampaikan kabar bahwa telah berpulang ke Rahmatullah rekan kita, Saudara Vanreko Varkas Bagaskara,” demikian isi pesan tersebut.
Dalam pesan itu, seluruh rekan siswa Komcad diajak mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
"Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kesalahannya, serta diterima seluruh amal ibadahnya,” lanjut pesan tersebut.
Keluarga besar Siswa Komcad ASN Gelombang II juga menyampaikan doa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, keikhlasan, dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Semoga segala kebaikan dan kebersamaan selama menjadi bagian dari keluarga besar Siswa Komcad Pusdikkes menjadi amal jariyah dan kenangan yang baik bagi kita semua. Al-Fatihah,” tulis pesan tersebut.
Diduga Kelelahan Selama Pelatihan
Salah seorang rekan sejawat Vanreko mengungkapkan, dirinya tidak mengetahui secara pasti riwayat penyakit yang dimiliki almarhum.
Namun, menurutnya, selama tujuh hari menjelang pelaksanaan penutupan, seluruh peserta menjalani latihan secara intensif dan mengalami kelelahan.
“Riwayat penyakitnya saya kurang tahu. Dia latihan gladi penutupan pendidikan Komcad. Kami sudah latihan penutupan dari H-7, jadi benar-benar di-push. Kami tidur hanya 4-5 jam selama tujuh hari ini,” ujarnya.
Keterangan tersebut menggambarkan intensitas latihan yang dijalani para peserta menjelang prosesi penutupan. Meski demikian, belum ada keterangan medis resmi yang menyatakan kelelahan sebagai penyebab meninggalnya Vanreko.
Karena itu, penyebab medis pasti meninggalnya almarhum masih menunggu keterangan resmi dari pihak rumah sakit, keluarga, maupun pihak penyelenggara pendidikan Komcad.
Vanreko diketahui lahir pada 1998 dan merupakan peserta Komcad ASN Gelombang II Tahun 2026 dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf).Jenazah Vanreko saat ini telah disemayamkan di rumah duka di Bekasi untuk selanjutnya dimakamkan oleh pihak keluarga.
Editor: Furqon Munawar