Besok! Puncak Aksi Petisi Tolak Korupsi, Janji Dukungan Anggota DPRD Kabupaten Bogor Ditagih
CIBINONG, iNewsBogor.id — Dukungan terhadap Petisi Tolak Korupsi di Kabupaten Bogor yang digagas Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu terus mengalir. Kali ini, dukungan disebut datang dari sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bogor.
Koordinator Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu, Riswan Riswanto, mengatakan dirinya sebelumnya telah berkomunikasi dengan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara terkait dukungan terhadap Petisi Tolak Korupsi di Kabupaten Bogor.
"Alhamdulilah bapak Ketua DPRD menyatakan siap mendukung Petisi Tolak Korupsi. Ada juga beberapa anggota dewan yang siap menyatakan dukungan terhadap Petisi Tolak Korupsi ini," ungkap Riswan yang juga Koordinator Petisi 26, Minggu (27/9/2026).
Menurut Riswan, aksi pada Senin (28/9/2026) akan menjadi puncak gerakan Petisi Tolak Korupsi. Aksi tersebut akan diisi dengan teatrikal dan unjuk rasa damai.
"Kita akan melakukan aksi teatrikal dan unjuk rasa damai yang akan dimulai pukul 10.00 WIB di Kantor DPRD Kabupaten Bogor. Kita akan tagih komitmen anggota DPRD Kabupaten Bogor untuk mendukung penggalangan 1 juta tanda tangan tolak Korupsi," kata Riswan.
Sementara itu, salah satu anggota DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Fatoni, yang dihubungi iNews.id menyatakan dukungannya terhadap Petisi Tolak Korupsi.
"Korupsi ya harus sama-sama kita tolak. Korupsi musuh bersama bangsa," tegasnya.
Namun, terkait pembubuhan tanda tangan dalam petisi tersebut, Ustaz Fatoni, sapaan akrab Achmad Fatoni, mengaku akan terlebih dahulu melihat dan membaca isi petisi yang akan ditandatanganinya.
"Saya baca dulu dong yang ditanda tangan apa," kata Achmad Fatoni, anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS.
Sebelumnya, gerakan penggalangan 1 juta tanda tangan untuk mendorong pemerintahan yang bersih dan transparan di Kabupaten Bogor telah mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
Mereka di antaranya pedagang kaki lima, pelajar, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, sopir angkot, buruh, emak-emak, mahasiswa, wartawan, organisasi masyarakat, LSM hingga pengusaha.
Mereka telah membubuhkan tanda tangan dalam Petisi Tolak Korupsi sejak gerakan tersebut digulirkan pada Senin (21/9/2026).
Editor: Suriya Mohamad Said